
SUARAINDONESIA.ORG – Ancaman El Niño berpotensi menambah tekanan terhadap usaha perikanan dan tambak. Di tengah risiko kekeringan, petambak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih menghadapi persoalan lain, mulai dari sulitnya memperoleh solar, mahalnya pakan, hingga harga jual ikan yang jatuh saat panen.
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, meminta pemerintah mengantisipasi dampak perubahan iklim tersebut, terutama dengan menjamin ketersediaan air bagi masyarakat pesisir dan menjaga keberlangsungan usaha perikanan.
Persoalan ini mengemuka dalam kegiatan bimbingan teknis kewirausahaan dan akses permodalan perikanan bersama Firman di Balai Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jumat (23/10/2026).
Petambak ikan nila Desa Bakalan, Suyatno, mengatakan sulitnya mendapatkan solar membuat biaya operasional meningkat. Karena terkendala pengurusan izin, petambak terpaksa membeli bahan bakar secara eceran dengan harga lebih mahal.
Pada saat bersamaan, harga ikan nila kerap turun ketika panen, sedangkan harga pakan terus meningkat. Kondisi ini menekan keuntungan dan bahkan membuat petambak merugi.
“Biasanya waktu panen harga nila jatuh, sedangkan harga pakannya terlalu tinggi dan terus naik, sehingga petani merugi,” ujar Suyatno.
Selain persoalan biaya produksi, masyarakat Desa Bakalan menghadapi masalah ketersediaan air yang berubah mengikuti musim. Saat hujan, wilayah tersebut kerap dilanda banjir. Sebaliknya, ketika kemarau tiba, ancaman kekeringan mulai dirasakan.
Suyatno berharap pemerintah membangun waduk di wilayah Cluwak agar dapat dimanfaatkan masyarakat di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, dan Cluwak.
Menanggapi keluhan tersebut, Firman menilai ketersediaan air dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menghadapi potensi El Niño. Tanpa antisipasi yang memadai, kekeringan dapat mengganggu usaha tambak sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut Firman, persoalan petambak dan nelayan juga tidak cukup diselesaikan melalui pemberian akses permodalan. Kesulitan memperoleh bahan bakar serta muara sungai yang dangkal atau tersumbat hingga menyulitkan kapal nelayan untuk mendarat perlu ditangani secara bersamaan.
Ia juga menyoroti pentingnya kepastian harga hasil produksi agar pelaku usaha perikanan memiliki pendapatan yang lebih terukur. Kepastian tersebut dinilai dapat membantu petambak dan nelayan mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan perbankan dalam menyalurkan kredit.
Karena itu, Firman mendorong langkah terpadu untuk mengantisipasi dampak El Niño, mulai dari menjaga ketersediaan air dan memperbaiki infrastruktur perikanan hingga mempermudah akses bahan bakar serta menjaga stabilitas harga. Langkah tersebut penting agar petambak dan nelayan tidak semakin tertekan ketika musim kemarau tiba.




