Bonnie Triyana Soroti Pendidikan Dokter yang Masih Sulit Diakses

Foto : Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana. Dok DPR RI

SUARAINDONESIA.ORG – Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mendorong pemerintah memperluas akses pendidikan kedokteran agar anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan akademik tetap mendapat kesempatan menjadi dokter, meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan finansial.

Menurut Bonnie, persoalan akses pendidikan kedokteran tidak hanya menyangkut dunia pendidikan, tetapi juga berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan dan pemerataan layanan kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bonnie dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait aspirasi terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Pendidikan Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bonnie menilai pendidikan kedokteran masih relatif eksklusif karena keterbatasan institusi pendidikan dan tingginya biaya yang harus ditanggung mahasiswa. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menutup peluang calon mahasiswa berprestasi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi terkendala biaya.

“Pendidikan kedokteran ini masih eksklusif, terutama karena tidak semua orang bisa mengakses pendidikan ini. Tempat anak-anak untuk belajar kedokteran juga tidak tersedia di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Bonnie.

Bonnie menekankan pentingnya peran negara dalam memastikan pendidikan kedokteran dapat diakses lebih luas. Menurutnya, potensi dan kemampuan akademik harus menjadi pertimbangan dalam memberikan dukungan kepada calon dokter.

“Bagaimana caranya membuat pendidikan kedokteran ini inklusif, paling tidak dari segi akses, dan negara ikut bertanggung jawab memastikan anak negeri ini yang punya potensi, punya kecerdasan, punya kemampuan untuk menjadi dokter masuk dan juga disupport,” tegasnya.

Ia menilai keterbatasan akses pendidikan kedokteran di tingkat hulu dapat berdampak pada ketersediaan dokter di berbagai daerah. Bonnie bahkan menyoroti masih adanya fasilitas kesehatan yang belum memiliki tenaga kesehatan memadai.

“Dokter gigi saja mungkin tidak sampai ke kecamatan. Ada satu daerah di dapil saya, ada kantor puskesmas pembantu, itu tidak ada isinya. Nakesnya itu tidak ada,” ungkapnya.

Karena itu, Bonnie berharap pembahasan RUU Sisdiknas dapat menjadi momentum untuk membenahi akses pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat pemenuhan tenaga kesehatan. Menurutnya, pembangunan sistem pendidikan perlu berjalan beriringan dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.

NEWSPolitikBonnie Triyana Soroti Pendidikan Dokter yang Masih Sulit Diakses
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img