Sarmuji Mulai Petakan Hambatan Industri Nasional

Dok Ist

SUARAINDONESIA.ORG –  Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mulai memetakan berbagai hambatan yang dihadapi industri nasional. Melalui agenda “belanja masalah”, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginventarisasi berbagai tantangan di lapangan untuk menentukan prioritas penanganan dan merumuskan solusi yang tepat.

Langkah tersebut dilakukan Sarmuji melalui rapat kerja internal bersama jajaran Kemenperin di Jakarta, Senin (5/10). Berbagai tantangan yang dibahas mencakup regulasi, bahan baku, energi, sumber daya manusia, pasar, investasi, teknologi hingga daya saing industri.

“Pada tahap awal ini, kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan secara menyeluruh persoalan yang dihadapi industri, kemudian kita identifikasi mana yang bisa segera diselesaikan oleh Kemenperin dan mana yang membutuhkan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya,” ujar Sarmuji.

Menurutnya, setiap subsektor industri memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pemerintah perlu memahami persoalan secara lebih detail agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bertumpu pada indikator makro, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan pelaku industri.

Persoalan yang ditemukan nantinya akan dikelompokkan berdasarkan urgensi, kewenangan, dan dampaknya terhadap kinerja industri. Masalah yang menjadi kewenangan Kemenperin akan didorong penyelesaiannya, sedangkan persoalan lintas sektor akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian Sarmuji adalah industri permesinan. Pemerintah ingin memperkuat kemampuan industri dalam negeri agar kebutuhan mesin dan peralatan berbagai sektor semakin banyak dipenuhi dari produksi nasional.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta mengatakan, Menperin meminta adanya pemetaan kebutuhan mesin di berbagai sektor industri untuk menentukan prioritas pengembangan.

“Beliau sangat ingin mendorong industri permesinan kita tumbuh. Itu yang menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan,” kata Setia.

Selain industri mesin, Sarmuji juga menyoroti industri agro. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengatakan, Kemenperin akan mengidentifikasi subsektor yang memiliki daya ungkit besar terhadap pertumbuhan industri pengolahan.

“Potensi-potensi yang memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan industri akan kita dorong lebih kuat,” ujar Putu.

Ditjen Industri Agro juga akan menyisir berbagai pending matters atau persoalan yang masih tertunda. Masalah yang dapat segera dituntaskan akan dipercepat agar tidak menghambat aktivitas maupun ekspansi industri.

Dengan pendekatan tersebut, agenda “belanja masalah” tidak berhenti pada pemetaan. Setiap hambatan akan diarahkan pada penentuan prioritas dan langkah penyelesaian konkret, sementara sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi akan mendapat akselerasi.

NEWSNasionalSarmuji Mulai Petakan Hambatan Industri Nasional
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img