BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

Foto: Ketua Dewan Pembina Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI) sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo (keempat kiri), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kiri), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari (kiri), Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar (kelima kanan), mantan atlet tinju profesional Ellyas Pical (keempat kanan), mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia Rully R. Nere (ketiga kanan), Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambuddy (kedua kanan), dan Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar (kanan) tersenyum bersama di sela seremoni penyerahan sertipikat hak milik (SHM) program Rumah Cahaya di Jakarta, Senin (31/8/2026). Melalui program yang diinisiasi Yayasan PHSI dengan dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tersebut, diserahkan 30 unit rumah layak huni beserta SHM kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara. Adapun, komitmen BTN terhadap penyediaan hunian layak juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan dan renovasi rumah layak huni. Adapun, sejak 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia. Dok BTN

SUARAINDONESIA.ORG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI) dengan menyerahkan 30 unit rumah layak huni beserta sertifikat hak milik (SHM) kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan. Program ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.

Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki hunian yang layak, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.

“Indonesia sudah merdeka 80 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini,” ujar Hashim dalam Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi inisiatif Rumah Cahaya yang dinilainya menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung penyediaan hunian layak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan perumahan di Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Rumah Cahaya dan Pak Nixon karena program ini tepat sasaran,” ujar Maruarar.

Maruarar menilai program Rumah Cahaya memiliki makna penting karena diberikan kepada para pahlawan bangsa yang telah berjasa, baik di medan perjuangan maupun melalui kontribusi di bidang lainnya, termasuk olahraga.

“Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata. Sekali lagi, terima kasih, karena ini adalah wujud nyata kolaborasi,” katanya.

Dok BTN

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan BTN merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program Rumah Cahaya. Menurutnya, perhatian terhadap perumahan tidak berhenti pada upaya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mencakup penyediaan hunian yang layak bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kita ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan,” ujar Nixon.

Nixon menambahkan, penyerahan SHM menjadi bagian penting dari program tersebut karena memastikan rumah yang diterima benar-benar menjadi milik para penerima dan dapat menjadi aset bagi keluarga.

“Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Adapun, komitmen BTN terhadap penyediaan hunian layak juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan dan renovasi rumah layak huni. Nixon menuturkan, sejak 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

“Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan,” pungkas Nixon.

EKONOMIKorporasiBTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img