
SUARAINDONESIA.ORG – PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh karena pasokan listrik pascabencana banjir bandang dan longsor belum sepenuhnya pulih. Permintaan maaf tersebut disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam rapat koordinasi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang digelar secara daring dari Banda Aceh, Selasa (9/12).
Darmawan menjelaskan bahwa kerusakan pada sistem kelistrikan Aceh bersifat sangat masif, terutama di jalur transmisi. Enam tower transmisi di lintasan Bireuen–Arun roboh akibat terjangan banjir bandang dan meluasnya badan sungai. Kondisi ini memutus pasokan dari pembangkit Arun menuju Banda Aceh dan memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
PLN sempat melakukan sinkronisasi sistem pada 8 Desember 2025, membuat suplai listrik dari PLTMG Arun kembali mengaliri Bireuen, Takengon, dan Samalanga. Namun, upaya perluasan penyaluran ke Sigli dan Banda Aceh terhambat gangguan teknis sehingga aliran listrik harus dihentikan sementara.
Di tengah akses darat yang putus total, PLN mengerahkan langkah ekstrem dengan mengangkut material tower seberat total 35 ton menggunakan helikopter. “Material untuk perbaikan tower terpaksa diangkut menggunakan heli, satu per satu,” ujar Darmawan.
PLN juga telah berhasil menormalkan kelistrikan di empat kabupaten yang sebelumnya gelap total: Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Meski begitu, masih banyak desa dan jaringan tegangan rendah yang memerlukan waktu tambahan untuk diperbaiki.
Kendala serupa juga terjadi pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan, di mana lima tower roboh dan menyebabkan sistem Aceh terputus dari Sistem Besar Sumatera. Perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga sepuluh hari agar sinkronisasi backbone kembali stabil. Hingga kini, Banda Aceh masih mengalami defisit pasokan sekitar 40 MW.
Dalam kesempatan itu, Darmawan menyampaikan penyesalan mendalam. “Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Aceh. Tidak ada alasan yang dapat menghapus ketidaknyamanan ini,” tegasnya.
Untuk mengurangi dampak pemadaman, PLN menambah pasokan genset ke rumah sakit, pusat pemerintahan, posko pengungsian, dan infrastruktur telekomunikasi. PLN juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian ESDM, pemda, TNI–Polri, BNPB, dan PUPR untuk membuka akses ke wilayah terisolasi serta mempercepat perbaikan.
Darmawan menutup laporannya dengan menegaskan komitmen total PLN. “Kami mengerahkan seluruh kekuatan agar Aceh segera pulih dan terang kembali,”pungkasnya.




