
SUARAINDONESIA.ORG – Di ujung timur Nusantara, di perairan jernih Halmahera Utara, Maluku Utara, terdapat sebuah pulau kecil yang kini semakin mencuri perhatian wisatawan—baik dari dalam maupun luar provinsi. Pulau Kahino, yang terletak tepat di hadapan Desa Popilo, Kecamatan Tobelo Utara, adalah destinasi yang membuktikan bahwa keindahan tidak harus selalu megah, namun mampu mencuri perhatian lewat kesederhanaannya yang memukau.
Begitu perahu katinting kecil merapat di tepian Pulau Kahino, mata langsung dimanjakan oleh paduan pasir putih yang bersih serta laut berwarna biru jernih yang mengelilingi pulau ini. Pasir yang lembut menjadi panggung alami bagi gelombang kecil yang berkejaran, menciptakan irama tenang khas pantai-pantai tropis Indonesia.
Pemandangan ini bukan sekadar latar foto Instagram; bagi banyak pengunjung, inilah momen pertama yang membuat mereka menyadari bahwa Indonesia masih memiliki surga yang tak banyak dikenal dunia luar.
Keunikan Pulau Kahino bukan hanya pada pesona alamnya, tetapi juga pada kemudahan akses serta biaya yang bersahabat. Dari Desa Popilo, pengunjung bisa menyeberang dengan perahu lokal hanya dalam hitungan menit. Ongkos transportasi PP relatif murah — kisaran puluhan ribu rupiah per orang — sehingga menjadi pilihan favorit wisatawan lokal yang mencari liburan hemat namun berkesan.
Suasana santai, tanpa hiruk-pikuk keramaian wisata besar, justru memberi pengalaman berbeda: di sini, setiap pengunjung bisa merasa lebih dekat dengan alam dan menikmati waktu tanpa terburu-buru. Sedari awal dibuka sebagai destinasi wisata, Pulau Kahino sudah menarik kunjungan ramai saat libur nasional dan akhir pekan. Baru-baru ini, Pemerintah Desa Popilo bahkan meresmikan wisata malam di pulau ini — sebuah terobosan yang membuat pengalaman berkunjung semakin beragam.

Saat matahari mulai tenggelam, area ini berubah menjadi ruang santai komunitas; pengunjung duduk menikmati hidangan lokal, berbagi tawa ditemani musik ringan dan hiburan sederhana. Kehangatan malam dengan udara laut yang sejuk membuat pengalaman di Pulau Kahino tak lagi hanya indah di siang hari, tetapi juga menawan saat gelap menyelimuti laut.
Selain panorama alamnya, Pulau Kahino juga menawarkan rasa — terutama kopi khas lokal yang menjadi daya tarik tersendiri. Di pulau ini, pengunjung bisa menikmati beragam menu kopi, seperti kopi jahe, kopi hitam racikan lokal, hingga olahan kreatif lain yang memanjakan lidah dan memberi energi setelah bermain di pantai.
Tersedia pula makanan tradisional dan jajanan ringan yang membuat suasana semakin lengkap — dari ikan bakar segar hingga jagung bakar yang hangat. Pulau Kahino bukan sekadar objek wisata; ia menjadi motor kecil dalam pertumbuhan ekonomi Masyarakat Desa Popilo. Transportasi lokal, penjual makanan, hingga pengelola tempat wisata turut terbantu oleh arus kunjungan wisatawan. Komunitas setempat juga aktif menjaga kebersihan dan kealamian kawasan wisata ini, termasuk aksi-aksi bersih pantai yang memperindah area pulau.
Pendekatan seperti ini tak hanya memperkuat daya tarik destinasinya, tetapi juga memberi kesadaran pentingnya konservasi alam dan budaya setempat. Pulau Kahino mungkin bukan nama besar seperti Bali atau Lombok, tetapi pesonanya adalah contoh bagaimana keindahan sederhana dapat menarik hati pengunjung. Dari pasir putih, laut jernih, pengalaman santai, hingga keramahan lokal, semuanya berpadu menjadi cerita baru tentang keindahan kepulauan Indonesia yang terus tumbuh.
Bagi siapa pun yang mencari destinasi wisata bahari dengan nuansa dekat alam, ramah di kantong, dan penuh pengalaman lokal, Pulau Kahino adalah pilihan yang layak dicatat di daftar perjalanan berikutnya. (SI)




