Jumat, Februari 6, 2026
spot_img

Produksi Lifting Blok Rokan Disorot DPR di Tengah Penambahan Ratusan Sumur

Anggota Komisi XII DPR Yulian Gunhar saat mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII yang mengunjungi Kantor PT. pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/1/2026). Dok DPR RI

SUARAINDONESIA.ORG – Penurunan produksi lifting minyak di Blok Rokan menjadi perhatian serius Komisi XII DPR RI. Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menilai terjadi anomali dalam kinerja produksi Pertamina Hulu Rokan (PHR), meskipun jumlah sumur migas terus bertambah sejak alih kelola dari Chevron.

Gunhar mengungkapkan, sebelum alih kelola, sekitar 133 titik sumur mampu memproduksi sekitar 159 barel minyak per hari. Namun saat ini, jumlah sumur telah meningkat signifikan hingga mendekati 500 titik, sementara produksi justru berada di kisaran 151 barel per hari.

“Jumlah sumur bertambah, tetapi produksinya menurun. Ini yang harus kita cermati bersama. Kinerja PHR perlu didorong agar lifting minyak bisa lebih tinggi,” ujar Gunhar saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Kantor PHR di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/1/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, kondisi tersebut patut mendapat perhatian serius mengingat besarnya dana cost recovery yang telah digelontorkan pemerintah melalui APBN, yakni sekitar 8,5 hingga 8,7 miliar dolar AS atau setara Rp144,5 triliun. Dana besar itu, menurutnya, seharusnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan lifting migas nasional.

Gunhar menilai PHR memiliki peran strategis sebagai tulang punggung produksi migas nasional dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi. Dengan jumlah sumur yang jauh lebih banyak dibanding sebelumnya, potensi produksi dinilai semestinya bisa dioptimalkan.

Terkait isu teknologi dan pasokan listrik, DPR menilai keduanya tidak seharusnya menjadi kendala utama. Pemerintah dinilai memiliki ruang pembiayaan serta akses pembelajaran teknologi dari negara produsen migas maju.

“Teknologi bisa kita pelajari, pembiayaan juga ada. Tinggal bagaimana formulanya dan bagaimana kinerjanya dimaksimalkan,” tegasnya.

Selain itu, Gunhar juga menyoroti insiden kebocoran pipa gas yang sempat mengganggu pasokan ke industri dan smelter. Ia meminta evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan gangguan berkelanjutan terhadap sektor energi nasional.

Komisi XII DPR RI berharap pengelolaan Blok Rokan ke depan semakin efektif, sehingga investasi besar negara benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan produksi minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

NEWSPolitikProduksi Lifting Blok Rokan Disorot DPR di Tengah Penambahan Ratusan Sumur
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img