Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Industri Nonmigas Tumbuh 5,30 Persen, Kemenperin Pacu Hilirisasi Agro

Dok Kemenperin

SUARAINDONESIA.ORG – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri pengolahan nonmigas (IPNM) melalui percepatan hilirisasi berbasis komoditas agro dan peningkatan nilai tambah produk makanan dan minuman (mamin).

Sepanjang 2025, sektor IPNM tumbuh 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 19,07 persen. Pada triwulan I–III 2025, sektor ini menyerap 20,26 juta tenaga kerja dan menyumbang 80,27 persen dari total ekspor nasional periode Januari–November 2025.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut subsektor mamin menjadi penopang utama kinerja IPNM. Pada triwulan I–III 2025, industri mamin tumbuh 6,23 persen dengan kontribusi 41,06 persen terhadap IPNM. Realisasi investasinya mencapai Rp80,49 triliun dan menyerap 6,67 juta tenaga kerja hingga Agustus 2025.

“Kami mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi hulu-hilir, dan meningkatkan akses pasar ekspor,” ujar Faisol di Jakarta, Rabu (11/2).

Dalam upaya memperkuat hilirisasi, Kemenperin meninjau PT Haldin Pacific Semesta, perusahaan pengolah ekstrak bahan alam seperti rempah, kopi, teh, dan kakao. Menurut Faisol, industri ekstrak bahan alam berpotensi besar menciptakan nilai tambah dan memperluas pasar ekspor.

Plt Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika menambahkan, pemerintah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan, termasuk program restrukturisasi mesin dan peralatan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan.

Kemenperin menargetkan penguatan ekosistem industri agro dari hulu ke hilir guna memperluas pasar ekspor dan memperkokoh daya saing industri nasional secara berkelanjutan.

NEWSNasionalIndustri Nonmigas Tumbuh 5,30 Persen, Kemenperin Pacu Hilirisasi Agro
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img