Kamis, Maret 5, 2026
spot_img

BRI Regional Bandung, “Jalur Mulus” UKM Naik Kelas

Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) yang menyatukan layanan BRI, Pegadaian, dan PNM. (dok. BRI)

SUARAINDONESIA.ORG – Strategi bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, berfokus pada ekosistem klaster terintegrasi dan sinergi holding ultra mikro (UMi) dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) guna memberikan pembiayaan murah dan cepat kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Tidak sekadar menyediakan modal, BRI RO Bandung memastikan UKM Jawa Barat tumbuh berkelanjutan melalui akses permodalan, pembinaan dan pelatihan intensif mengenai manajemen usaha, digitalisasi, hingga inovasi produk, termasuk akses pasar terintegrasi yang menghubungkan produsen dengan pasar binaan dalam ekosistemnya serta menciptakan jalur mulus bagi nasabah kecil untuk naik kelas ke layanan mikro BRI.

Guna memastikan UKM tidak merasa terhalang persyaratan perbankan dalam memperoleh kredit, BRI tetap memegang prinsip kehati-hatian. Prinsip kehati-hatian dalam bank adalah amanah untuk menjaga uang nasabah, namun BRI setuju bahwa prosesnya tidak boleh menyulitkan.

Dan semangat BRI adalah mempermudah akses keuangan formal tanpa mengabaikan aturan, salah satunya melalui inisiatif ‘menggandeng’ menggunakan teknologi digital BRIspot. Dengan BRIspot, petugas dapat melayani proses administrasi secara digital langsung di lokasi nasabah (jemput bola) tanpa harus ke kantor cabang.

Selain itu, Pemerintah melalui BRI berkomitmen penuh untuk menyalurkan KUR hingga Rp100 juta tanpa agunan tambahan. Artinya, pelaku ekonomi kreatif baik yang merintis clothing line, kuliner, maupun kerajinan tidak perlu ragu datang ke BRI hanya karena tidak punya jaminan.

Dok. Istimewa

Agunan dapat berupa usaha atau proyek yang dibiayai. Untuk memastikan kelayakan usaha (feasible), BRI melengkapinya dengan program pembinaan intensif “Cluster UMKM Binaan”, yang bukan program pembiayaan.

“BRI juga memberikan pelatihan peningkatan nilai tambah produk, efisiensi proses produksi, dan perluasan akses pasar. Dengan pembinaan klaster ini, risiko usaha lebih terukur. BRI berani memberikan modal bukan karena nasabah punya aset fisik sebagai jaminan, melainkan karena mereka memiliki kompetensi bisnis yang kuat,” kata Dewi Hestiningrum S, Regional CEO BRI 9 Bandung kepada Suara Indonesia.

Menyadari tantangan yang dihadapi pelaku UKM Jawa Barat, BRI Region 9 Bandung tidak hanya menyalurkan kredit (KUR dan Kupedes), tetapi juga bertindak sebagai mitra melalui pendampingan Mantri BRI. Pendekatan ini membantu UKM mengelola arus kas, menekan biaya, dan mendiversifikasi produk agar tetap tumbuh berkelanjutan.

Berkolaborasi dengan OJK, BRI RO Bandung mengedukasi UKM mengenai pengelolaan keuangan digital yang sehat dan risiko keamanan siber untuk mencegah penipuan, pinjaman online ilegal, sekaligus meningkatkan omzet.

Disamping itu, sinergi Holding Ultra Mikro memastikan tidak ada pelaku UKM yang tertinggal. Memberikan kemudahan akses layanan melalui outlet Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) yang menyatukan layanan BRI, Pegadaian, dan PNM. Hal ini menciptakan jenjang ‘naik kelas’ yang jelas.

Dok. BRI

Di Bandung, banyak nasabah ultra mikro berhasil lulus ke segmen mikro berkat pendampingan terintegrasi, membuktikan efektivitas ekosistem ini dalam memberdayakan ekonomi.

“Bagi nasabah yang usahanya masih sangat awal, lebih cocok dengan PNM Mekaar. Ketika mereka tumbuh, BRI siap menyambut dengan skala pembiayaan yang lebih besar. Ini menciptakan jenjang naik kelas yang jelas dan dibuktikan banyak nasabah ultra mikro di Bandung lulus ke segmen mikro berkat pendampingan terintegrasi,” pungkas Dewi. (SI)

EKONOMIBRI Regional Bandung, “Jalur Mulus" UKM Naik Kelas
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img