
SUARAINDONESIA.ORG – Suasana gedung parlemen RI di Senayan, Jakarta, pagi ini terasa istimewa. Sidang Tahunan MPR RI 2025 yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI dihadiri tokoh-tokoh besar negeri ini: dua mantan Presiden, sejumlah mantan Wakil Presiden, pimpinan lembaga negara, hingga duta besar negara sahabat.
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, serta para Wapres dari Try Sutrisno hingga KH. Ma’ruf Amin hadir memberi warna pada momentum kenegaraan tersebut. Presiden RI Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang dengan protokol ketat, disambut Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.
Sidang resmi dibuka pukul 09.00 WIB dengan ketukan palu oleh Ketua MPR Ahmad Muzani. Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya sidang tahunan sebagai sarana rakyat mengetahui capaian lembaga negara.
Apresiasi Program Pemerintah
Ahmad Muzani memberi catatan positif pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga pemeriksaan kesehatan gratis sebagai capaian yang nyata dirasakan masyarakat.
“Peringatan kemerdekaan bukan hanya soal merayakan masa lalu, tapi juga meneguhkan arah bangsa ke depan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia diarahkan menuju kemandirian pangan, energi, pertahanan, dan teknologi,” ujarnya.
Muzani juga menekankan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina, sebuah sikap yang menurutnya sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok.
Tekankan Kedaulatan Rakyat
Ketua DPR Puan Maharani dalam kesempatan yang sama menggarisbawahi pentingnya Pancasila sebagai jiwa bangsa. Menurutnya, kedaulatan rakyat harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan negara.
“Kekuatan Indonesia tidak lahir dari senjata atau kekayaan semata, melainkan dari kehendak rakyat untuk bersama-sama menjadi Indonesia. Panggilan sejarah kita hari ini adalah menegakkan kedaulatan rakyat sebagai fondasi kekuatan nasional,” tegas Puan.
Sidang tahunan ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan bangsa menuju usia kemerdekaan ke-80. Dengan kehadiran para tokoh lintas generasi, forum ini menjadi simbol kesinambungan komitmen kebangsaan: merawat masa lalu, menguatkan masa kini, dan menatap masa depan Indonesia yang lebih berdaulat.