Minggu, Agustus 31, 2025
spot_img

Prabowo Subianto : Bangsa Merdeka Harus Mandiri Pangan

Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung kondisi pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional. Dok.Ist

SUARAINDONESIA.ORG –Presiden RI Prabowo Subianto memastikan kondisi produksi pangan nasional saat ini dalam keadaan aman dan kuat. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden menyebut cadangan pangan pemerintah saat ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Alhamdulillah, arah kita di bidang pangan cukup berhasil. Cadangan pemerintah terbesar dalam sejarah. Nilai tukar petani juga meningkat,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya.

Ia mengapresiasi kerja keras seluruh kementerian dan lembaga yang telah bersinergi menjaga stabilitas pangan, termasuk dukungan dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan Kementerian Keuangan. Keberhasilan ini menurutnya juga merupakan hasil transisi pemerintahan yang baik dari Presiden Joko Widodo ke dirinya.

“Ini kerja tim. Semua terlibat. Menteri Pertanian, didukung TNI, Polri, Kejaksaan. Karena kita juga menghadapi aktor-aktor ekonomi yang tidak semua berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Presiden menekankan bahwa pangan adalah isu strategis yang menentukan kedaulatan bangsa. Ia menolak anggapan bahwa bangsa bisa merdeka tanpa kemandirian dalam produksi pangan.

“Saya tidak pernah percaya bahwa suatu bangsa bisa merdeka kalau dia tidak bisa produksi pangannya sendiri. Kalau pangan kita aman, rakyat bisa makan tiap hari,” tandasnya.

Prabowo juga memperingatkan ancaman dari pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan pribadi dengan mengorbankan kesejahteraan rakyat. “Kita bukan anak kecil. Kita tidak bisa dibohongi, tidak bisa ditipu lagi,” katanya tegas.

Data BPS mendukung pernyataan Presiden. Produksi beras nasional Januari–Juni 2025 tercatat 19,16 juta ton, naik 13,53% dari tahun sebelumnya. Sementara potensi produksi pada triwulan III diperkirakan mencapai 9,08 juta ton, naik 11,17%.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, sektor pertanian kini menjadi tulang punggung ekonomi nasional, dengan kontribusi sebesar 13,83% terhadap PDB, hanya kalah dari sektor industri pengolahan. Nilai tambah sektor ini pun melonjak dari Rp361,5 triliun pada triwulan I menjadi Rp410,4 triliun di triwulan II 2025.

“Di bawah arahan Presiden Prabowo, kita terus dorong kemandirian pangan dan kebijakan yang menyentuh langsung petani,” tutup Amran.

NEWSNasionalPrabowo Subianto : Bangsa Merdeka Harus Mandiri Pangan
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img