Sabtu, Agustus 30, 2025
spot_img

Akses Listrik dan Inovasi Digitalisasi PLN NTB DONGKRAK PENINGKATANEKONOMI MASYARAKAT

Pemasangan aliran listrik di sekitar Mandalika. (Foto istimewa)

SUARAINDONESIA.ORG,. – Akses listrik yang andal telah menjadi dorongan perubahan
signifikan di berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu contoh nyata adalah Desa Bajo Pulau di Kabupaten Bima. Desa ini, yang sebelumnya hanya memiliki akses terbatas terhadap energi listrik, kini menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh. Hal ini membawa dampak positif yang signifikan, terutama pada peningkatan aktivitas ekonomi, yang berimbas mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

“Setelah mendapatkan akses listrik 24 jam, Desa Bajo Pulau mengalami peningkatan aktivitas ekonomi seperti munculnya usaha kecil menengah dan peningkatan produktivitas masyarakat, terutama di bidang perikanan,” jelas General Manager PT PLN (Persero) UIW NTB Sudjarwo kepada Suara Indonesia.

Program Listrik Pedesaan (Lisdes). (Foto dok. PLN)

Usaha kecil dan menengah di desa ini, seperti penyimpanan ikan hasil tangkapan nelayan dengan mesin pendingin, kini dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, peningkatan produktivitas perikanan menciptakan efek domino berupa peningkatan pendapatan masyarakat dan kualitas hidup yang lebih baik.

Hasil positif yang bisa dinikmati masyarakat tersebut, merupakan buah dari kerja keras dan profesional yang dikembangkan PLN NTB. Untuk bisa melahirkan kisah-kisah gemilang lainnya, Sudjarwo dan jajarannya terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru melalui digitalisasi layanan, sekaligus sebagai jawaban atas tantangan yang dewasa ini semakin kompleks.

Aplikasi PLN Mobile menjadi salah satu tonggak transformasi ini. Aplikasi tersebut memudahkan pelanggan untuk mengecek tagihan, membeli token listrik, hingga melaporkan gangguan. Tak hanya itu, PLN NTB juga memanfaatkan command
center sebagai pusat pemantauan kondisi kelistrikan dan pengaduan pelanggan
secara real-time. “Dengan command center, kami bisa lebih cepat dalam merespons
keluhan pelanggan dan menjaga keandalan sistem kelistrikan,” tambah Sudjarwo.
Diamininya, inovasi ini menunjukkan komitmen PLN NTB dalam menghadirkan
layanan yang tidak hanya lebih modern tetapi juga lebih responsif terhadap kebutuhan
masyarakat.

Harus diakui, keandalan listrik punya peran penting dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di NTB, termasuk industri, pariwisata, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). PLN NTB, menurut Sudjarwo, juga memainkan peran strategis dalam mendukung sektor-sektor tersebut. Salah satu wujud nyata dukungan ini adalah infrastruktur kelistrikan yang andal untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, destinasi wisata internasional yang menjadi salah satu unggulan NTB.

Sudjarwo, ketiga dari kiri, General Manager PT PLN (Persero) UIW NTB. (Foto dok. PLN.)

Di kawasan Mandalika, listrik menjadi tulang punggung bagi pelaksanaan berbagai kegiatan, termasuk event internasional seperti MotoGP. Di sisi lain, PLN juga terus membangun jaringan Listrik Pedesaan (Lisdes) untuk mendukung pemerataan pembangunan ekonomi, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Perluasan Akses Listrik
NTB telah mencapai prestasi besar dengan 100% desa sudah terlistriki. Sudjarwo menjelaskan, seluruh desa di wilayah tersebut kini telah mendapatkan layanan listrik dari PLN selama 24 jam penuh. Meski demikian, PLN NTB tetap berkomitmen untuk meningkatkan layanan di wilayah-wilayah yang sebelumnya mengandalkan listrik secara mandiri agar dapat menikmati layanan yang sama dengan standar PLN.

Melistriki daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau adalah salah satu tantangan terbesar PLN NTB. Namun, tantangan ini dijawab dengan inovasi, termasuk pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi canggih. PLN NTB kini juga mengembangkan Smart Grid sebagai solusi masa depan. Salah satu aplikasinya adalah pendekatan hybrid yang mengombinasikan pembangkit listrik tenaga diesel dengan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

“Di Pulau Medang, kami telah mengembangkan micro grid PLTS hybrid sejak tahun 2023,” ungkap Sudjarwo. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keandalan listrik di wilayah terpencil tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, sejalan dengan
komitmen PLN untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

Melalui berbagai inovasi dan kerja keras, PLN NTB telah menunjukkan perannya yang strategis dalam pembangunan NTB. Tak hanya menyediakan listrik sebagai kebutuhan dasar, PLN NTB juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, mendukung industri dan pariwisata, serta mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok
terpencil. (SI)

Micro grid PLTS Pulau Medang. (Foto istimewa)

Melistriki daerahdaerah terpencil dan sulit dijangkau adalah salah satu tantangan terbesar PLN NTB. Namun, tantangan ini dijawab dengan inovasi, termasuk pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi canggih

NEWSNasionalAkses Listrik dan Inovasi Digitalisasi PLN NTB DONGKRAK PENINGKATANEKONOMI MASYARAKAT
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img