
SUARAINDONESIA.ORG – Apa jadinya ketika rasa cinta yang manis harus berhadapan dengan kerasnya hidup? Pertanyaan itulah yang coba dijawab oleh film terbaru Dopamin, yang mempertemukan Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon sebagai pasangan muda bernama Malik dan Alya.
Diproduksi oleh Starvision dan Karuna Pictures, Dopamin hadir bukan sebagai drama romansa yang sekadar menyuguhkan keindahan hubungan. Film ini justru menelanjangi dinamika rumah tangga generasi muda yang mulai menapaki hidup namun langsung dibenturkan pada badai ekonomi dan tekanan sosial yang kian menjerat.
“Ini adalah kondisi banyak orang. Up and down dalam hubungan pernikahan itu nyata,” tutur Angga saat konferensi pers di Jakarta. Menurutnya, banyak pasangan muda yang bisa melihat diri mereka sendiri dalam pergolakan Malik dan Alya. “Mereka baru menikah, lalu dihadapkan pada masalah ekonomi. Aku rasa film ini sangat dekat dengan realitas kita.”
Bagi Shenina, Dopamin adalah pengingat bahwa cinta tidak bisa hanya bertumpu pada perasaan yang bergejolak di awal hubungan. Ada perjalanan panjang yang harus dihadapi berdua, dengan komunikasi sebagai jembatan utama.
“Semuanya harus dijalankan bersama. Apa pun keputusan yang diambil, harus dibicarakan dan dicari titik tengahnya. Dari situ, kita bisa terus berjalan sampai akhir,” ujarnya.
Kedua aktor muda ini berharap film Dopamin mampu mengajak penonton melihat hubungan dari sisi yang lebih matang. Bahwa bahagia bukan berarti tanpa masalah, bahagia justru hadir ketika dua orang memilih untuk tetap saling menggenggam meski dunia di sekitarnya terasa semakin gila.
Selain Angga dan Shenina, Dopamin juga menghadirkan deretan aktor ternama seperti Anjasmara, Teuku Rifnu Wikana, Nagra Pakusadewo, Verdi Solaiman, dan Tike Priatnakusumah, yang ikut memperkuat cerita lewat kehadiran karakter-karakter penuh warna.
Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 November, menyuguhkan refleksi kehidupan yang akrab dengan keseharian banyak pasangan: mengelola cinta sambil bertahan hidup. Sebuah irisan kisah yang mungkin terasa dekat dengan hati siapa saja yang pernah atau sedang berjuang untuk tetap saling mencintai.




