
SUARAINDONESIA.ORG – Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di wilayah Indonesia Timur. Tak sekadar menjadi operator, ASDP berperan sebagai penghubung utama yang memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan trafik di wilayah Timur direspons melalui kesiapan operasional yang adaptif dan terintegrasi. Mulai dari penambahan kapasitas, peningkatan kualitas layanan, hingga koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Wilayah Timur memiliki peran strategis dalam konektivitas nasional, terutama saat Lebaran. Kami memastikan layanan tidak hanya memadai, tetapi juga responsif terhadap dinamika di lapangan,” ujarnya.
Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah pengoperasian pelabuhan selama 24 jam di sejumlah lintasan strategis. Kebijakan ini dinilai efektif dalam memperlancar arus penumpang dan kendaraan, sekaligus meminimalkan antrean serta memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat.
Di lintasan Hunimua–Waipirit, layanan penuh diberlakukan pada periode 17–18 Maret dan kembali saat arus balik pada 28–29 Maret 2026. Data ASDP Cabang Ambon mencatat, sejak H-10 hingga H+2, lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25 ribu kendaraan telah terlayani dengan dukungan KMP Terubuk dan KMP Rokatenda.
Optimalisasi juga dilakukan di lintasan Tampo–Torobulu. Dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubiah, layanan 24 jam mampu mengakomodasi sekitar 2.987 penumpang dan 8.075 kendaraan sejak H-7 hingga H+2.
General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, menjelaskan pihaknya turut melakukan pengalihan armada sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan arus balik. Salah satunya dengan mengoperasikan KMP Bahteramas II di lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5.
“Kami memproyeksikan lonjakan pada arus balik, sehingga penguatan armada menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran layanan,” jelasnya.
Sementara itu, di Maluku Utara, frekuensi layanan lintasan Bastiong–Rum ditingkatkan dari tiga menjadi empat trip per hari. Di lintasan Bastiong–Sofifi, frekuensi bahkan ditambah hingga 60 persen untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas.
Secara keseluruhan, berbagai langkah ini menunjukkan komitmen ASDP dalam menjaga layanan tetap lancar, tertib, dan nyaman. Operasional 24 jam tidak hanya menjadi strategi teknis, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga selama momentum Lebaran.




