
SUARAINDONESIA.ORG – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Meski trafik kendaraan terus naik sejak akhir pekan, operasional di kedua pelabuhan tetap berjalan lancar, tertib, dan terkendali.
Pergerakan kendaraan terpantau stabil tanpa lonjakan antrean berarti. Kondisi ini ditopang oleh pengaturan operasional yang adaptif, kesiapan armada, serta koordinasi intensif antar pemangku kepentingan di lapangan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan secara bijak. Ia menyebut puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26 hingga 28 Maret 2026.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk menghindari periode puncak dan merencanakan perjalanan lebih awal agar tetap nyaman tanpa antrean panjang,” ujarnya.
Yossianis juga menegaskan bahwa pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan secara digital melalui platform Ferizy. Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan.
“Pastikan membeli tiket resmi sejak jauh hari, bahkan hingga H-60. Hindari calo untuk mencegah kerugian,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya pengisian data identitas yang akurat demi keselamatan pelayaran.
Dari sisi operasional, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan kondisi layanan masih dalam batas kapasitas. Pola kedatangan kendaraan yang merata membuat proses bongkar muat kapal berlangsung cepat dan efisien.
“Optimalisasi trip dan pengaturan sandar kapal menjadi kunci menjaga kelancaran di tengah peningkatan trafik,” jelasnya.
Data mencatat, pada Hari H (22 Maret), pergerakan dari Bali ke Jawa mencapai 23.929 penumpang dengan 156 trip kapal, naik 9,5 persen dibanding tahun lalu. Total kendaraan mencapai 7.377 unit, didominasi sepeda motor sebanyak 3.995 unit.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga Hari H, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 541.215 orang, naik 5,1 persen. Sementara total kendaraan tercatat 172.689 unit atau meningkat 6 persen.
Dari arah sebaliknya, Jawa ke Bali, tercatat 26.424 penumpang dengan 162 trip kapal. Kendaraan roda dua melonjak signifikan hingga 3.713 unit atau naik 37,3 persen. Kendaraan logistik juga meningkat tajam sebesar 64,6 persen menjadi 288 unit.
Secara total, kendaraan dari Jawa ke Bali mencapai 7.540 unit, naik 4,2 persen. Adapun kumulatif penumpang sejak H-10 mencapai 246.892 orang dengan 51.514 kendaraan.
ASDP menegaskan komitmennya menjaga kelancaran arus balik melalui kesiapan armada, digitalisasi layanan, serta pengendalian operasional yang responsif. Dengan distribusi trafik yang merata dan disiplin pengguna jasa, arus balik di lintasan ini diproyeksikan tetap terkendali hingga puncaknya terlewati.




