
SUARAINDONESIA.ORG – PT Pertamina (Persero) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026 sekaligus menggelar Leaders Forum di Jakarta, Rabu (22/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk menegaskan kembali komitmen membangun budaya keselamatan kerja sebagai prioritas utama di seluruh lini operasional perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Pertamina meluncurkan inisiatif Stop Work Authority (SWA), sebuah mekanisme yang memberikan kewenangan kepada setiap pekerja dan mitra kerja untuk menghentikan sementara aktivitas pekerjaan apabila dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, aset, maupun lingkungan.
Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin, menyampaikan bahwa penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui peningkatan kapabilitas organisasi dalam pengelolaan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menekankan peran penting para senior leader sebagai teladan dalam menempatkan keselamatan sebagai nilai tertinggi perusahaan.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, turut menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap setiap pelanggaran prosedur keselamatan. Ia menyoroti pentingnya pengawasan HSSE yang nyata di lapangan serta penempatan sumber daya manusia berpengalaman pada posisi-posisi kritis.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa Stop Work Authority dapat dijalankan oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Menurutnya, SWA bukan penghambat kinerja, melainkan bentuk keberanian dan integritas untuk mencegah risiko yang lebih besar.
“Ketika pekerjaan dinilai berisiko, setiap pekerja berhak dan bertanggung jawab untuk menghentikannya,” ujar Baron.
Pertamina meyakini bahwa keselamatan kerja yang kuat merupakan fondasi keberlanjutan bisnis sekaligus wujud tanggung jawab perusahaan dalam melindungi pekerja, aset, dan lingkungan. Komitmen ini sejalan dengan peran Pertamina sebagai pemimpin transisi energi nasional, mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.




