Sabtu, Agustus 30, 2025
spot_img

Dorong UMKM MELALUI KREDIT INKLUSIF DAN LAYANAN JEMPUT BOLA

SUARAINDONESIA.ORG,. –  PT BPR Gunung Slamet terus berupaya menunjukkan komitmen terbaiknya dalam mendukung pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Langkah tersebut dilakoninya melalui berbagai produk perbankan inovatif serta pendekatan yang humanis. BPR Gunung Slamet hadir sebagai mitra strategis bagi UMKM dalam memenuhi kebutuhan modal kerja.

Menurut Direktur Utama BPR Gunung Slamet, Irawan Jayasaputra, dukungan bank terhadap UMKM tidak hanya dalam bentuk penghimpunan dana, tetapi juga melalui penyaluran kredit yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha kecil. “Kami sangat mendukung pertumbuhan UMKM, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit. Kami ingin memastikan bahwa UMKM memiliki akses keuangan yang mudah dan terjangkau agar bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujar Irawan kepada Suara Indonesia.

Salah satu produk unggulan yang dihadirkan oleh PT BPR Gunung Slamet adalah Kredit Slamet, yang dirancang khusus untuk pelaku UMKM yang membutuhkan modal kerja dengan sistem angsuran mingguan. Kredit ini memiliki plafon sebesar Rp3 juta dan tidak
memerlukan jaminan, sehingga memberikan fleksibilitas bagi pengusaha kecil untuk mendapatkan akses permodalan. “Syaratnya cukup mudah, yaitu sudah menjadi nasabah tabungan aktif minimal tiga bulan. Dengan sistem ini, nasabah tidak hanya mendapatkan manfaat kredit tetapi juga layanan tabungan dengan sistem jemput bola,” jelas Irawan.

Bagi pelaku UMKM yang belum menjadi nasabah, PT BPR Gunung Slamet juga menawarkan program PSBB (Program Solutip Bebas Bunga) dengan plafon kredit hingga Rp10 juta, namun dengan syarat adanya jaminan yang mencakup nilai pinjaman.

Irawan Jayasaputra, Direktur Utama BPR Gunung Slamet.

Keseriusan PT BPR Gunung Slamet dalam mendukung UMKM juga tercermin dari peningkatan porsi kredit UMKM terhadap total kredit yang diberikan. “Pada akhir tahun 2023, share kredit UMKM masih di angka 28,79%, namun hingga Desember 2024 meningkat menjadi 30,01%. Ke depan, kami akan terus mendorong angka ini agar bisa mencapai 50% dari total kredit yang disalurkan,” ungkap Irawan.

Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk membangun ekosistem perbankan yang lebih inklusif bagi sektor UMKM, mengingat sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian nasional. (SI)

EKONOMIKorporasiDorong UMKM MELALUI KREDIT INKLUSIF DAN LAYANAN JEMPUT BOLA
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img