
Menggenggam fondasi kuat berupa SDM unggul, teknologi modern, dan jaringan internasional yang luas, Asrinda Re-Broker terus melaju sebagai broker reasuransi yang andal dan terpercaya.
SUARAINDONESIA.ORG,. – Di tengah dinamika industri perasuransian nasional yang semakin kompleks, PT Asrinda Arthasangga atau yang lebih dikenal dengan Asrinda Re-Broker menunjukkan ‘taringnya,’ sebagai salah satu broker reasuransi yang tak hanya adaptif, tapi juga proaktif menghadapi tantangan zaman.
Di bawah kepemimpinan Eko Supriyanto Hadi selaku Direktur Utama, perusahaan ini terus menancapkan posisi strategisnya dengan mengusung tiga kekuatan utama: layanan konsultatif, keunggulan SDM, dan teknologi digital terintegrasi. “Yang membedakan kami dengan broker lain adalah pendekatan kami yang lebih dari sekadar perantara. Kami menjadi mitra konsultatif bagi klien, memberikan arahan tentang produk terbaik, hingga solusi pengelolaan klaim yang cepat dan tepat,” ungkap Eko dalam wawancara eksklusif bersama Suaraindonesia.
Asrinda tidak hanya bertindak sebagai jembatan antara perusahaan asuransi dan reasuransi, tetapi juga menyediakan layanan konsultasi yang menyeluruh. Mulai dari pemilihan produk reasuransi yang paling tepat, analisis risiko, hingga pendampingan
saat terjadi klaim. “Kami bantu klien hingga dana klaim bisa terealisasi secepat mungkin,” ujar Eko.
Tak berhenti di situ, Asrinda juga memiliki sistem pelaporan dan transfer premi yang efisien. Melalui sistem digital host-to-host, proses pengiriman data dan premi menjadi otomatis dan minim risiko human error. “Klaim maupun premi tidak ada yang tertahan, maksimal tiga hari kerja semuanya harus sudah tersampaikan,” tambahnya.
Daya saing Asrinda Re-Broker juga ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul. Dari total 25 karyawan, sebanyak 20 orang telah mengantongi sertifikasi profesional di bidangnya, bahkan 10 di antaranya memegang sertifikasi tertinggi dalam industri perasuransian.
Tak hanya itu, kebijakan internal Asrinda mengharuskan para Asisten Manajer hingga jajaran manajemen atas memiliki latar belakang pendidikan minimal S2. “Kami bahkan menyediakan beasiswa untuk pendidikan lanjutan, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” jelas Eko. Upaya ini tak lain untuk menciptakan individu yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga tangguh secara manajerial.
Di sisi lain, Inovasi Asrinda juga merambah ke sisi teknologi. Dengan sistem berbasis web dan cloud, seluruh aktivitas bisa dilakukan dari mana saja. Sistem akseptasi, rekonsiliasi, hingga entry data accounting dapat dilakukan secara remote—mendukung model kerja fleksibel dan efisiensi tinggi. “Kami terapkan prinsip Work From Anywhere (WFA). Mobilitas
tinggi ini memungkinkan pelayanan kepada klien tetap optimal di mana pun kami berada,” ujar Eko.
Dengan sistem digital yang terintegrasi, Asrinda menjamin aliran premi dan klaim berjalan sesuai dengan standar operasional yang ketat. Proses kontrol manajemen dilakukan real-time, meminimalisir keterlambatan dan meningkatkan kepercayaan mitra.
Tak hanya fokus pada pasar domestik, Asrinda Re-Broker telah melangkah ke level internasional. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan ini aktif menjalin kemitraan reasuransi dengan pasar global, termasuk ke Asia dan Eropa. “Kami rutin ke London, mengunjungi Lloyd’s Building untuk mencari backup reasuransi, juga mengikuti ajang tahunan SRC di Singapura,” tutur Eko.
Langkah ini merupakan respon atas kondisi perusahaan reasuransi dalam negeri yang saat ini mengalami tantangan permodalan dan manajemen. Asrinda hadir untuk menjembatani kebutuhan kapasitas yang tidak dapat dipenuhi secara lokal, dengan menghadirkan solusi dari luar negeri. “Kita ibarat penyedia kayu bakar bagi dapur perusahaan asuransi. Jika stok kayu dalam negeri terbatas, kami cari ke luar agar dapur tetap menyala,” kata Eko mengibaratkan peran Asrinda.
Menanggapi kebijakan OJK terkait modal minimal broker yang ditetapkan sebesar Rp5 miliar, Eko menjelaskan, hal tersebut bukanlah hambatan bagi perusahaannya. “Equity kami sudah mendekati Rp50 miliar, 10 kali lipat dari batas minimal. Jadi kami siap secara struktur permodalan dan menyambut baik kebijakan itu karena membuat industri broker
lebih sehat,” jelasnya.
Melalui pendekatan personalisasi, layanan yang cepat, dan konsultasi bernilai tambah, Asrinda berhasil menciptakan diferensiasi yang signifikan di pasar yang kompetitif. “Selama kita punya ilmu, kecepatan, dan integritas, saya yakin Asrinda akan terus menjadi pilihan utama di industri ini,” tutup Eko optimistis. (SI)
Asrinda tidak hanya bertindak sebagai jembatan antara perusahaan asuransi dan reasuransi,
tetapi juga menyediakan layanan konsultasi yang menyeluruh. Mulai dari pemilihan produk reasuransi yang paling tepat, analisis risiko, hingga pendampingan saat terjadi klaim.