
SUARAINDONESIA.ORG – Cahaya lampu kini menyala di rumah Singgih Permana di Lebong Tambang, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Setelah bertahun-tahun tanpa sambungan listrik mandiri, keluarganya akhirnya menikmati aliran listrik melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM bekerja sama dengan PT PLN (Persero).
“Sekarang anak-anak bisa belajar tanpa takut gelap. Kami sangat bersyukur,” ujar Singgih.
Program BPBL di Bengkulu menyasar 750 keluarga prasejahtera. Sebanyak 277 keluarga di Desa Tanjungan, Kabupaten Seluma, menerima sambungan pada 6 Februari 2026, disusul 473 keluarga di Kabupaten Lebong sehari setelahnya.
Bagi warga, listrik bukan sekadar penerangan. Hayati, penerima manfaat di Lebong, kini bisa menggunakan kipas angin di ruang tamunya—hal sederhana yang sebelumnya tak terbayangkan. Kehadiran listrik membuka peluang peningkatan kualitas hidup, dari pendidikan anak hingga usaha rumahan.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi sinergi pemerintah dan PLN. Menurutnya, listrik adalah fondasi kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen perseroan mendukung pemerataan energi sesuai arahan Presiden dan Menteri ESDM. “Listrik adalah fondasi percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang menambahkan, BPBL menjadi bagian dari upaya meningkatkan rasio elektrifikasi dan memastikan tak ada warga tertinggal dalam akses energi.
Kini, dari pelosok Bengkulu, cahaya tak lagi sekadar harapan. Ia telah hadir, menerangi langkah ratusan keluarga menuju masa depan yang lebih baik.




