Bank Jakarta Soroti Sulitnya Anak Muda Miliki Rumah

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, saat menjadi pembicara dalam Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Dok. Bank Jakarta

SUARAINDONESIA.ORG – Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menilai akses kepemilikan rumah masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda di Jakarta. Di tengah terus meningkatnya harga properti, banyak anak muda kesulitan menjangkau hunian yang layak meski telah memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.

Menurut Agus, persoalan tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai isu sektor properti, melainkan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan kota yang berkelanjutan dan inklusif.

“Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta,” ujar Agus dalam Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan pada Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan, Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional sesungguhnya tidak kekurangan infrastruktur, gedung modern, maupun perkembangan teknologi. Namun, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah membangun keterhubungan yang lebih kuat antara masyarakat, pelaku usaha, investor, dan pemerintah.

Menurutnya, pembangunan kota masa depan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan akses dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga.

“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” katanya.

Agus juga menyoroti masih rendahnya tingkat inklusi keuangan di ibu kota. Meski dikenal sebagai pusat bisnis dan jasa terbesar di Indonesia, masih banyak warga yang belum terhubung dengan layanan keuangan formal sehingga belum dapat memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tersedia.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi perkotaan. Agus menilai kebutuhan UMKM tidak hanya terbatas pada akses permodalan, tetapi juga akses pasar, pendampingan usaha, dan peluang untuk berkembang.

“UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Agus menilai pembangunan Jakarta menuju kota global membutuhkan dukungan investasi yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, transformasi kota tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah, melainkan memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat.

Ia juga mengingatkan bahwa percepatan transformasi digital harus berjalan seiring dengan upaya memperluas inklusi sosial dan ekonomi. Tanpa pendekatan yang inklusif, kemajuan teknologi justru berisiko memperlebar kesenjangan di tengah masyarakat.

“Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal,” kata Agus.

EKONOMIKorporasiBank Jakarta Soroti Sulitnya Anak Muda Miliki Rumah
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img