
SUARAINDONESIA.ORG – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperkuat dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penandatanganan nota kesepakatan dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai wujud komitmen Pemprov DKI dalam mendukung program prioritas nasional untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
Penandatanganan berlangsung di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (9/2). Pramono menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga memberi efek luas pada aspek sosial dan ekonomi.
“Saya merasa bangga karena program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak yang luar biasa dan signifikan bagi Jakarta. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Pemprov DKI, kata dia, berkomitmen memastikan program MBG berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran di seluruh wilayah Jakarta.
Pramono juga mengungkapkan bahwa berbagai indikator pembangunan Jakarta menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen secara year-on-year, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
“Yang paling membahagiakan adalah indikator yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi. Angka stunting menurun, tingkat kemiskinan turun, dan lapangan kerja meningkat,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Pemprov DKI terus memperkuat dukungan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang saat ini menjangkau lebih dari 700 ribu siswa. Melalui skema tersebut, biaya pendidikan ditanggung Pemprov, sementara kebutuhan gizi anak dipenuhi melalui program MBG.
Selain itu, Pramono menyoroti penurunan Gini ratio Jakarta sebagai sinyal positif pemerataan ekonomi. Pemprov DKI juga menggandeng BUMD sektor pangan dan keuangan untuk menjaga rantai pasok dan stabilitas inflasi, sekaligus membuka akses pembiayaan profesional melalui Bank Jakarta.
“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya agar program ini berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta,” pungkas Pramono.




