
SUARAINDONESIA.ORG – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi mencatat capaian positif dalam penempatan tenaga kerja lulusan pelatihan. Hingga November 2025, tingkat serapan lulusan BPVP Banyuwangi mencapai 54,81%, dengan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.
Kepala BPVP Banyuwangi, Susanto, mengatakan kinerja penempatan ini menunjukkan peran strategis pelatihan vokasi dalam merespons kebutuhan ekonomi daerah yang terus bergeser. Menurutnya, industri pengolahan dan sektor pariwisata lokal menjadi magnet utama bagi lulusan BPVP.
“Banyak UMKM membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai, yang bisa langsung berkontribusi tanpa masa adaptasi panjang,” ujar Susanto kepada Suara Indonesia.
Selain bekerja di sektor formal dan UMKM, sebagian lulusan BPVP Banyuwangi juga memilih jalur wirausaha. Melihat tren tersebut, BPVP menerapkan dua pola pelatihan utama, yakni pelatihan job-ready untuk memenuhi kebutuhan industri dan pelatihan entrepreneurship bagi peserta yang ingin membangun usaha mandiri.
Menurut Susanto, keseimbangan dua pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi lulusan dalam menentukan arah karier sesuai potensi dan peluang pasar. Seiring pertumbuhan UMKM di Banyuwangi yang terus meningkat, peluang kerja dan usaha pun semakin terbuka lebar.
BPVP Banyuwangi menempatkan diri sebagai katalisator pengembangan SDM dan ekonomi daerah melalui pelatihan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Dengan capaian serapan lulusan yang terus meningkat, BPVP optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan kewirausahaan lokal di masa mendatang.




