
SUARAINDONESIA.ORG,. – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan komitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, memfasilitasi kebutuhan warga di wilayah terpencil provinsi ini. Penegasan tersebut disampaikan langsung General Manager PLN UIW NTT, I Gede Agung Sindu Putra melalui keterangan tertulisnya kepada SuaraIndonesia. Ada beragam program prioritas, inovasi, hingga tantangan yang dihadapi dalam upaya memperluas akses listrik di wilayah NTT tersebut.
Hingga triwulan ketiga tahun 2024, rasio desa berlistrik (RDB) di NTT telah mencapai 96,05%, sementara rasio elektrifikasi mencapai 96,07%. Meski masih terdapat 136 desa yang belum teraliri listrik, PLN UIW NTT optimis mencapai 100% RDB melalui program-program yang didukung oleh dana Penyertaan Modal Negara (PMN). “PLN UIW NTT terus mengupayakan pembangunan jaringan listrik di 136 desa yang belum berlistrik. Kami yakin bahwa dengan percepatan ini, rasio desa berlistrik di NTT akan segera mencapai 100%, yang juga berdampak pada peningkatan rasio elektrifikasi,” ujar Sindu meyakinkan kepada SuaraIndonesia belum lama ini.
Namun diakuinya, menjangkau daerah terpencil di NTT bukanlah perkara mudah. Sindu mengungkapkan, lokasi-lokasi desa yang tersisa berada di area dengan infrastruktur minim, akses jalan yang sulit, dan medan yang terjal. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem yang sering melanda juga menjadi tantangan tersendiri. “Material Distribusi Utama (MDU), seperti tiang dan trafo, membutuhkan akses jalan dan pelabuhan yang baik untuk mobilisasi. Jika infrastruktur tidak memadai, kami melakukan mobilisasi manual dengan tenaga manusia atau menggunakan kendaraan khusus untuk medan sulit,” jelasnya.
Guna menyiasati tantangan tersebut, ada sejumlah terbosan yang dilakukan PLN NTT, di antaranya memanfaatkan inovasi teknologi untuk menyuplai listrik ke wilayah sulit dijangkau, termasuk dengan memanfaatkan energi terbarukan. Hingga saat ini, PLN telah membangun 35 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di desa-desa yang sulit diakses jaringan listrik. “NTT memiliki potensi besar dalam energi surya. Dengan PLTS komunal, kami tidak hanya melistriki desa-desa terpencil tetapi juga meningkatkan bauran energi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT),” tambah Sindu.
PLN memastikan stabilitas pasokan listrik di wilayah yang baru saja teraliri listrik melalui pengelolaan 67 subsistem kelistrikan di NTT. Dengan luas wilayah pelayanan mencapai 248.718 km² yang mencakup 22 kabupaten/kota, 306 kecamatan, 3.442 desa, dan 44 pulau berpenghuni, PLN mengandalkan petugas lapangan yang kompeten dan aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan. “Dukungan aplikasi PLN Mobile sangat membantu pelanggan dan calon pelanggan dalam mengajukan permohonan atau melaporkan keluhan. Ini adalah salah satu langkah kami memastikan pelayanan tetap prima,” ungkap Sindu.
Dampak Positif bagi Masyarakat Terpencil
Masuknya listrik ke wilayah terpencil di NTT membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Sindu menegaskan bahwa sesuai arahan Menteri BUMN, PLN adalah jantung Indonesia, yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Dengan adanya listrik, masyarakat tidak hanya mendapatkan penerangan, tetapi juga peluang ekonomi baru. Banyak warga yang sebelumnya bergantung pada genset untuk listrik, kini dapat menikmati listrik selama 24 jam. Usaha kecil, seperti penyimpanan ikan dan minuman dingin, mulai berkembang,” katanya.
Beberapa pulau di sekitar Flores, misalnya, telah mengalami perubahan signifikan. Sebelum mendapatkan listrik dari PLN, warga hanya menggunakan genset pribadi dengan biaya operasional tinggi yang membatasi pemakaian listrik hanya beberapa jam sehari. Setelah PLN masuk, aktivitas ekonomi menjadi lebih produktif, dan kualitas hidup masyarakat meningkat.
Selain dampak ekonomi, akses listrik juga berdampak besar pada sektor pendidikan. Dengan listrik yang tersedia sepanjang hari, anak-anak di wilayah terpencil kini dapat belajar dengan lebih baik. PLN berharap, akses listrik dapat mendorong generasi muda di daerah terpencil NTT untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Dengan komitmen tinggi, inovasi energi terbarukan, dan dukungan berbagai pihak, PLN NTT optimistis mampu mewujudkan pemerataan akses listrik di seluruh wilayah NTT, sekaligus menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi dan sosial di daerah terpencil.