Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Dok BTN

SUARAINDONESIA.ORG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap menyiapkan pembiayaan hingga Rp3 triliun untuk memperkuat ekosistem pangan BUMN Holding Pangan ID FOOD. Tak hanya menjadi financing partner, BTN juga memperluas perannya sebagai transactional banking partner yang terhubung dengan aktivitas bisnis ID FOOD, mulai transaksi, pembayaran, hingga kebutuhan finansial mitra usaha.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BTN dan ID FOOD terkait pemanfaatan jasa dan layanan perbankan serta pengembangan ekosistem pangan di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (1/10). Melalui kerja sama ini, dukungan BTN diperluas dari pembiayaan ke layanan transaksi yang menjangkau rantai ekosistem pangan ID FOOD.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, ID FOOD memiliki posisi strategis sebagai Holding BUMN Pangan. Perannya tidak hanya mencakup produksi. Tetapi juga sebagai offtaker hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Termasuk mendukung proses pengolahan, perdagangan, hingga distribusi pangan.

“ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi. Mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen,” kata Nixon.

Peran tersebut semakin penting karena sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi 13,10% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Sektor tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam struktur perekonomian nasional.

Pangan juga berkaitan erat dengan daya beli dan stabilitas harga masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Agustus 2026 inflasi nasional tercatat 0,21% secara month-to-month (mtm). Sementara itu, komponen volatile food mengalami inflasi 0,88% mtm.

Angka tersebut menunjukkan tekanan harga pangan jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi umum. Kondisi itu sekaligus menggambarkan besarnya pengaruh pangan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas harga.

“Food security is economic security,” ujar Nixon.

Karena itu, ketersediaan, keterjangkauan, dan kelancaran distribusi pangan bukan hanya berkaitan dengan sektor pangan. Ketiganya juga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Nixon memastikahn, BTN ingin ikut memperkuat ekosistem strategis tersebut agar semakin efficient, connected, dan scalable. Kerja sama dengan ID FOOD pun tidak lagi diarahkan hanya pada penyediaan kredit.

“Financing is only the beginning. BTN ingin melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis ID FOOD. Peran tersebut mencakup layanan collection, payment, liquidity management, hingga trade transaction. Termasuk kebutuhan finansial pegawai dan mitra ID FOOD,” terang Nixon.

Salah satu potensi yang tengah dilirik adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem ini. Mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan. Termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalam ekosistem.

“BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen,” ungkapnya.

Keterhubungan tersebut bukan hanya menyangkut nilai transaksi. Namun juga upaya membangun rantai distribusi pangan yang semakin terintegrasi. Sehingga, semakin efisien, inklusif, dan terhubung.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, perluasan kerja sama dengan BTN menjadi landasan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan transaksi di lingkungan ID FOOD Group.

“Langkah ini menandai kelanjutan kolaborasi ID FOOD dan BTN, sekaligus memperluas ruang kerja sama yang sebelumnya telah berjalan pada sejumlah aktivitas bisnis pangan,” ujarnya.

Melalui kerja sama terbaru tersebut, BTN menyiapkan total plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas bisnis pangan ID FOOD Group, termasuk kebutuhan modal kerja dan pembiayaan pelaksanaan offtake komoditas pangan strategis.

“Dukungan pembiayaan ini penting bagi kami untuk memperkuat kemampuan offtake terhadap komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng serta komoditas pangan lainnya. Melalui penguatan kemampuan serap tersebut, ID FOOD dapat berkontribusi dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga pangan,” jelasnya.

Kerja sama ID FOOD dan BTN sebenarnya telah dimulai sejak 2024. Awalnya, BTN menyediakan fasilitas pembiayaan untuk mendukung Program Bantuan Pangan Stunting yang dijalankan Perseroan atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Kolaborasi tersebut kemudian berkembang pada 2025. Pembiayaan BTN turut digunakan untuk pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta berbagai aktivitas bisnis pangan. Mulai beras, gula, garam, benih padi, hingga susu.

Sejak kerja sama dimulai pada 2024, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah terutilisasi dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group mencapai sekitar Rp5 triliun. Ghimoyo menyebut capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi. Tidak hanya untuk Perseroan dan anak perusahaan, tetapi juga supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, mitra usaha, hingga karyawan dalam ekosistem ID FOOD Group.

“Pelaksanaan kerja sama yang berjalan baik sejak 2024 menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi ke area yang lebih luas. Kami ingin memastikan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan dapat semakin menjangkau kebutuhan bisnis di seluruh ekosistem ID FOOD Group,” ujarnya.

Tak hanya pembiayaan, layanan perbankan juga mulai masuk ke aktivitas internal perusahaan. Sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN. Transformasi digital turut diterapkan melalui revitalisasi Kantin ID FOOD dan penggunaan pembayaran QRIS dalam ekosistem balé by BTN.

EKONOMIKorporasiPerluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3...
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img