
SUARAINDONESIA.ORG – Pemerintah terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi El Nino sekaligus memitigasi dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap masyarakat dan aktivitas perekonomian di daerah terdampak. Langkah tersebut dilakukan antara lain melalui keberlanjutan program bantuan pangan serta pemantauan terhadap perkembangan dampak bencana, termasuk terhadap aktivitas masyarakat dan sektor logistik.
“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (7/09).
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa salah satu bantuan yang turut dibahas yakni bantuan pangan berupa beras. Menko Airlangga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” jelas Menko Airlangga.
Di sisi lain, Pemerintah terus memonitor dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di daerah terdampak. Pemantauan dilakukan untuk melihat sektor dan aktivitas yang mengalami gangguan serta perkembangan kondisi di berbagai provinsi terdampak.
“Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” ujar Menko Airlangga.
Pemerintah juga mencermati dampak aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pemantauan untuk mengidentifikasi sejauh mana aktivitas masyarakat mengalami penurunan.
“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” jelas Menko Airlangga.
Selain aktivitas masyarakat, Pemerintah turut mencermati gangguan terhadap sektor logistik, termasuk penerbangan yang memiliki keterkaitan dengan pengangkutan kargo. Pemantauan terhadap kondisi tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan dampak erupsi di sejumlah wilayah.
“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,” ungkap Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Pemerintah masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan berapa lama penutupan atau pembatasan pada sektor penerbangan perlu dilakukan.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan bahwa Pemerintah terus mencermati perkembangan kondisi di daerah terdampak untuk memastikan respons yang diberikan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat sekaligus keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi.
“Pemerintah terus memastikan bahwa dampak bencana terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat dipantau secara menyeluruh. Langkah tersebut penting agar penanganan di lapangan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat,” ujar Jubir Haryo.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara penanganan dampak bencana, perlindungan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok di berbagai daerah.




