Sekolah Rakyat Cilandak Mulai Beroperasi, 240 Siswa Tempati Asrama Perdana

Dok Hutama Karya

SUARAINDONESIA.ORG – Kawasan Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta di Cilandak, Jakarta Selatan, yang dibangun PT Hutama Karya (Persero), resmi memasuki tahap pemanfaatan seiring dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 240 siswa telah menempati kawasan tersebut, menandai perubahan fungsi dari proyek konstruksi menjadi lingkungan pendidikan yang siap digunakan.

Sekolah Rakyat Cilandak menjadi salah satu dari 19 Sekolah Rakyat permanen gelombang pertama yang memulai MPLS secara serentak sesuai jadwal Kementerian Sosial. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, pembukaan sekolah dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi para siswa.

“Kami tidak ingin anak-anak datang ke tempat yang sarananya belum benar-benar siap. Setiap titik harus aman dan nyaman sebelum kami menyambut mereka,” ujar Gus Ipul.

Menjawab komitmen tersebut, empat bangunan utama di kawasan SR Cilandak kini telah dinyatakan layak huni dan langsung difungsikan. Fasilitas tersebut meliputi gedung sekolah lantai satu dan dua, asrama putri tingkat SD, asrama putri SMP/SMA, serta gedung serbaguna yang sementara dimanfaatkan sebagai kantin sekaligus fasilitas pendukung kehidupan berasrama.

Seluruh utilitas dasar seperti jaringan listrik, air bersih, hingga sistem sanitasi telah beroperasi penuh. Kehidupan di kawasan itu pun dimulai dengan makan malam perdana para siswa di gedung serbaguna, yang dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan MPLS di aula sekolah.

Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan dimulainya aktivitas siswa menjadi tonggak penting yang menandai berakhirnya fase pembangunan fisik dan dimulainya pemanfaatan kawasan.

“Awal Juli lalu kami berkomitmen menghadirkan bangunan yang layak menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Hari ini komitmen itu terwujud. Tugas kami tidak berhenti saat pembangunan selesai, tetapi ketika para siswa dapat belajar, makan, dan beristirahat dengan aman dan nyaman,” ujar Hamdani.

Selama masa MPLS, Hutama Karya juga menyiagakan tim teknis di lokasi untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal. Sementara itu, penyelesaian akhir pada area yang belum difungsikan tetap berjalan dengan pemisahan zona kerja secara ketat agar tidak mengganggu aktivitas belajar siswa.

Menurut Hamdani, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh para penghuni sekolah.

“Kami ingin Sekolah Rakyat benar-benar menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Ketika mereka merasa nyaman belajar, tinggal, dan tumbuh di sini, di situlah pembangunan ini memiliki makna,” tuturnya.

Beroperasinya Sekolah Rakyat Cilandak menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini diharapkan mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi salah satu langkah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

EKONOMIKorporasiSekolah Rakyat Cilandak Mulai Beroperasi, 240 Siswa Tempati Asrama Perdana
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img