Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Jelang Ramadan, Gubernur Banten Perkuat Pengendalian Inflasi dan Pasokan Pangan

Dok Pemprov Banten

SUARAINDONESIA.ORG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penguatan dilakukan melalui sinergi lintas instansi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Hal itu disampaikan Andra usai memimpin High Level Meeting (HLM) TPID di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (11/2/2026). Rapat difokuskan pada langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Sepanjang 2025 inflasi Banten terjaga, bahkan di bawah rata-rata nasional. Awal tahun ini juga masih dalam rentang sasaran pemerintah. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kolaborasi semua pihak kami perkuat,” ujar Andra.

Ia menegaskan, prioritas utama adalah memastikan stok pangan tersedia dan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah. Pemprov bersama TPID menyiapkan pasar murah, operasi pasar, serta penguatan distribusi komoditas strategis melalui kerja sama dengan pemda kabupaten/kota, BUMD pangan, pelaku usaha, dan instansi vertikal. Andra juga akan melakukan sidak ke pasar untuk memantau langsung harga dan pasokan.

Kepala Perwakilan BI Banten Ameriza M Moesa menjelaskan, secara historis Ramadan dan Idul Fitri memicu kenaikan harga akibat lonjakan permintaan. Komoditas yang kerap menyumbang inflasi antara lain bawang, cabai, daging unggas, angkutan antarkota, hingga emas perhiasan.

Meski demikian, neraca pangan Banten 2026 diproyeksikan surplus beras sekitar 58 ribu ton dengan puncak panen Februari–Maret. BI dan TPID memperkuat strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif untuk menjaga stabilitas inflasi daerah.

DAERAHJelang Ramadan, Gubernur Banten Perkuat Pengendalian Inflasi dan Pasokan Pangan
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img