
SUARAINDONESIA.ORG – Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) resmi menorehkan capaian penting dengan masuk dalam empat nominasi Festival Film Tempo 2025, festival tahunan yang dikenal menyoroti karya-karya film Indonesia dengan kualitas artistik dan gagasan kuat. Film produksi BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery Media ini didukung oleh Singapore Film Commission (SFC) serta Infocomm Media Development Authority (IMDA).
Dalam ajang tersebut, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dinominasikan sebagai Film Unggulan, serta tiga kategori lainnya, yakni Aktris Utama Unggulan untuk Dian Sastrowardoyo, Aktor Utama Unggulan untuk Ali Fikry, dan Penulis Skenario Unggulan yang ditulis oleh Diva Apresya, Gina S. Noer, dan Melarissa Sjarief.
Terpilihnya film ini menegaskan kekuatan artistik Esok Tanpa Ibu yang dinilai segar dan berbeda dari arus utama film Indonesia. Selain itu, tema relasi keluarga dan peran teknologi dalam kehidupan manusia dinilai relevan dengan dinamika sosial saat ini.
Produser Shanty Harmayn menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, pengakuan dari Festival Film Tempo menjadi ruang penting untuk memperpanjang diskusi publik terkait isu yang diangkat film ini.
Sebelumnya, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) telah melakukan world premiere di program Vision Asia Busan International Film Festival (BIFF) 2025 di Korea Selatan. Film ini juga berkompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 serta program Indonesian Screen Awards, menandai penerimaan kritis yang konsisten.
Dian Sastrowardoyo menyebut Festival Film Tempo sebagai ruang diskursus yang mempertemukan sineas, penonton, dan kritikus, elemen penting bagi pertumbuhan ekosistem perfilman nasional.
Sebelum tayang serentak di bioskop pada 22 Januari 2026, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) akan lebih dulu diputar di 10 kota pada 17–18 Januari 2026. Tiket tersedia melalui M-Tix, CGV, Cinepolis, dan TIX ID.
Film ini disutradarai Ho Wi-ding dan dibintangi Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, serta Bima Sena.




