
SUARAINDONESIA.ORG – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi meluncurkan kurikulum Project Based Learning Smart Sector untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin terdigitalisasi. Kurikulum baru Kementerian Ketenagakerjaan ini menekankan pembelajaran berbasis proyek industri nyata dan mendorong transformasi pelatihan vokasi agar lebih relevan dengan dunia kerja.
Kepala BPVP Banyuwangi, Susanto, mengatakan kurikulum Smart Sector dirancang untuk membentuk SDM yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Kurikulum ini bertumpu pada dua pilar utama, yakni smart operation dan smart IT creative skill.
“Peserta tidak hanya belajar keterampilan dasar, tetapi langsung dihadapkan pada tantangan riil seperti alur produksi berbasis digital, pembuatan konten kreatif, hingga integrasi teknologi di sektor agroindustri dan pariwisata,” kata Susanto kepada Suara Indonesia.
Menurut Susanto, kebutuhan industri saat ini tidak lagi sebatas tenaga terampil, tetapi SDM yang memiliki kemampuan analitis, kreativitas, dan pemahaman teknologi. “Skill masa depan bukan hanya teknis, melainkan kombinasi pola pikir inovatif dan penguasaan digital,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi kurikulum tersebut, BPVP Banyuwangi juga menggelar Talent Innovation Hub selama empat hari. Program ini menjadi ruang kolaborasi bagi peserta untuk mengembangkan ide, berdiskusi, dan berinovasi lintas bidang.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga melatih kerja tim dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. BPVP Banyuwangi menegaskan perannya tidak lagi sekadar pusat pelatihan teknis, melainkan inkubator talenta vokasi berorientasi masa depan, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi dalam menyiapkan SDM berdaya saing di era ekonomi digital.




