
SUARAINDONESIA.ORG –Banyuwangi sedang bergerak menuju fase ekonomi baru. Pertumbuhan pariwisata melesat, industri kreatif melonjak, dan sektor agro tangguh menghadapi kompetisi pasar. Di tengah percepatan itu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi mengambil peran sebagai mesin pencetak SDM yang akan menopang kebutuhan tenaga kerja modern.
Kepala BPVP Banyuwangi, Susanto, menjelaskan bahwa lembaganya kini memetakan tujuh sektor prioritas. Diantaranya TIK, fashion technology, agroindustri, pariwisata, otomotif, las, dan pertanian.
“Kami siapkan SDM untuk pasar kerja lokal, antar daerah, dan bahkan global,” ujarnya kepada Suara Indonesia.
Lanjutnya, pemetaan kebutuhan tenaga kerja dilakukan melalui Forum Komunikasi Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID), sehingga data yang digunakan benar-benar mencerminkan kebutuhan pasar. Dengan pendekatan ini, BPVP tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga talenta yang gesit, digital minded, dan siap menghadapi dinamika industri yang berubah cepat.
Susanto menegaskan, BPVP Banyuwangi ingin menjadi dapur SDM yang melahirkan generasi baru pekerja Banyuwangi. Generasi yang mampu mengisi peluang ekonomi masa depan yang semakin kompetitif.




