
SUARAINDONESIA.ORG – Sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2025. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12% (year on year), dan pariwisata menjadi kontributor besar di balik angka tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa empat sektor penyumbang terbesar PDB pada kuartal ini erat kaitannya dengan kegiatan pariwisata. “Sektor jasa lainnya seperti hiburan dan rekreasi mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 11,31%, didorong oleh lonjakan perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujar Widiyanti.
Data menunjukkan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada kuartal II 2025 mencapai 331,37 juta atau naik 22,32% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3,89 juta, naik 13,96%. Secara kumulatif, semester I 2025 mencatat 613,78 juta perjalanan wisnus dan 7,05 juta kunjungan wisman.
Tak hanya hiburan, sektor jasa perusahaan juga tumbuh signifikan sebesar 9,31%, didorong meningkatnya aktivitas biro perjalanan wisata. Disusul sektor transportasi dan perdagangan (8,52%) serta akomodasi dan makan minum (8,04%)—semuanya berkaitan erat dengan pergerakan wisatawan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan stimulus seperti diskon tiket pesawat dan tol telah meningkatkan mobilitas masyarakat. “Wisatawan nusantara tumbuh 23,32% year on year, ini bukti kebijakan pemerintah efektif mendorong konsumsi,” jelasnya.
Menyambut HUT ke-80 RI, Kementerian Pariwisata menggandeng PHRI menyiapkan Paket Wisata Agustusan berupa diskon hotel dan restoran hingga 80% sepanjang bulan kemerdekaan. “Kami ingin masyarakat manfaatkan libur nasional 18 Agustus untuk berwisata di dalam negeri,” kata Widiyanti.
Kemenparekraf juga mengajak masyarakat menghadiri 58 Festival Karisma Event Nusantara, termasuk Festival Pacu Jalur di Riau pada 20–24 Agustus. Tak berhenti di situ, kampanye libur Natal dan Tahun Baru juga mulai disiapkan Oktober mendatang.
“Semua upaya ini akan dikombinasikan dengan stimulus ekonomi dan kebijakan transportasi untuk menjaga daya beli masyarakat,” tutup Widiyanti.