
SUARAINDONESIA.ORG,. – Suasana haru dan penuh cinta menyelimuti Gala Premiere film Tak Ingin Usai di Sini karya Robert Ronny yang resmi digelar seminggu menjelang penayangannya di bioskop. Dibintangi oleh duet emosional Vanesha Prescilla dan Bryan Domani, film ini menjanjikan sebuah kisah cinta yang tak biasa—tentang rasa yang memilih berkorban, bukan memiliki.
Dipersembahkan oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, Tak Ingin Usai di Sini membawa penonton menyelami relung terdalam sebuah cinta yang diam-diam tumbuh, namun tak pernah benar-benar bisa bersama. Vanesha dan Bryan memerankan Cream dan K, dua sahabat sejak SMA yang saling mencintai, namun terjebak dalam kenyataan pahit: hidup tak selalu memberi ruang bagi cinta untuk tumbuh bebas.
K menyimpan rahasia besar: sebuah penyakit serius yang perlahan menggerogoti hidupnya. Dalam diam, ia memilih untuk menjauh, bahkan mencarikan kebahagiaan untuk Cream dari orang lain—sebuah bentuk cinta yang tidak egois, tapi justru paling tulus.
“Cinta itu butuh pengorbanan. Tanpa itu, ia tak akan pernah terasa nyata,” ujar Robert Ronny, sang sutradara sekaligus penulis naskah, yang sukses menyulam kisah ini menjadi narasi yang menggetarkan jiwa.
Lebih dari sekadar kisah cinta, Tak Ingin Usai di Sini adalah refleksi tentang keikhlasan, kehilangan, dan harapan. Sebuah pengingat bahwa mencintai seseorang tak selalu berarti menggenggam erat, melainkan merelakan demi kebahagiaannya.
Film ini juga menampilkan deretan pemain muda berbakat seperti Davina Karamoy, Rayn Wijaya, Indian Akbar, Asha Assuncao, Jinan Safa, dan Anya Zen. Kehadiran aktor kawakan seperti Tanta Ginting dan Rukman Rosadi menambah kedalaman cerita, serta penampilan spesial dari diva pop Indonesia, Rossa, yang tak hanya menyumbang suara tapi juga kemampuan aktingnya.
“Peran ini menantang karena Cream terlihat ceria di luar, tapi rapuh di dalam. Aku benar-benar harus masuk ke lapisan emosionalnya,” ungkap Vanesha.
Sementara itu, Bryan mengaku bahwa karakter K meninggalkan bekas yang dalam baginya. “Dia tahu waktunya terbatas, tapi tetap ingin meninggalkan cinta yang utuh. Itu bukan peran yang mudah dimainkan,” ujarnya.
Andi Boediman, produser eksekutif, menambahkan, “Kami percaya film ini akan menjadi pengingat bahwa cinta sejati tidak selalu harus berakhir bahagia, tapi selalu meninggalkan makna yang tak terlupakan.”
Dengan kekuatan cerita, kedalaman karakter, dan chemistry para pemain, Tak Ingin Usai di Sini siap menjadi salah satu film drama romantis paling menyentuh tahun ini. Tayang serentak di bioskop mulai minggu depan, bersiaplah karena cinta yang tulus, kadang justru menyakitkan. Press screeningnya bisa kamu saksikan di sini: [klik di sini].(SI)