
SUARAINDONESIA.ORG,. – Dalam lima tahun sejak berdiri pada 2020, PT Asuransi Candi Utama berhasil menunjukkan eksistensinya di tengah persaingan ketat industri asuransi. Meski tergolong baru, perusahaan ini mampu bertahan dan bersaing dengan perusahaan asuransi yang lebih lama. Di bawah kepemimpinan Budi Herawan sebagai Direktur Utama, strategi utama yang diterapkan Asuransi Candi adalah mengedepankan kepercayaan dan pelayanan yang optimal.
Menurut Budi Herawan, kunci keberhasilan Asuransi Candi adalah fokus pada membangun kepercayaan pelanggan. “Industri asuransi sangat bergantung pada kepercayaan. Sekali dipercaya, kita harus memegang teguh kepercayaan itu,” ujarnya kepada Suara Indonesia. Tanpa melakukan branding besar-besaran yang membutuhkan biaya tinggi, Asuransi Candi lebih memilih memperkuat pelayanan, khususnya dalam penyelesaian klaim dengan cepat dan tepat waktu. Komitmen inilah yang membuat Asuransi Candi mulai dikenal luas oleh masyarakat.
Selain itu, Budi menjelaskan bahwa Asuransi Candi memastikan tingkat SLA (Service Level Agreement) yang baik sebagai salah satu fondasi utama bisnisnya. Proses klaim yang efisien menjadi salah satu indikator utama kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. “Saat ini klaim yang masuk tidak terlalu banyak, tetapi kami berkomitmen untuk menyelesaikannya dengan baik, baik klaim kecil maupun besar,” tambahnya.
Dalam menghadapi persaingan yang semakin dinamis, PT Asuransi Candi Utama terus menghadirkan inovasi. Salah satu produk unggulan yang sedang dikembangkan adalah asuransi parametrik berbasis bencana alam dan sektor agrikultur.
Menurut Budi, produk ini telah berjalan di beberapa negara ASEAN, seperti Vietnam dan Malaysia.Terbukti memberikan kontribusi pendapatan yang positif. Dengan adaptasi yang tepat, ia optimistis produk serupa dapat memberikan dampak signifikan bagi Asuransi Candi dan industri asuransi Indonesia secara keseluruhan.
Budi menyoroti pentingnya diversifikasi produk untuk mencegah kejenuhan pasar. “Kalau hanya fokus pada satu produk, seperti asuransi kesehatan, persaingan menjadi tidak sehat. Produk baru harus inovatif dan didukung oleh manajemen risiko yang baik,” jelasnya.
Persiapan Menuju Tahun Ke-5
Asuransi Candi juga menunjukkan komitmen dalam mendukung pemerintah melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu rencana besar yang diusulkan adalah asuransi parametrik berbasis mitigasi bencana alam di kota-kota besar, seperti DKI Jakarta. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pemerintah dalam penanggulangan bencana. “Kami sudah menyampaikan white map ke pemerintah melalui Kadin. Harapannya, di tahun 2025, proposal-proposal ini bisa terealisasi,” ungkap Budi.
Asuransi Candi juga tengah berfokus untuk mendukung sektor UMKM melalui pengembangan asuransi mikro. Dengan bantuan dari lembaga internasional seperti UNDP, perusahaan ini berharap dapat melindungi kegiatan usaha kecil dari risiko-risiko yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Tahun 2024 menjadi tonggak penting bagi Asuransi Candi Utama. Budi menargetkan pertumbuhan premi bruto hingga 20% di tahun ini, dengan rencana untuk melonjak hingga 30% di tahun 2025. “Tahun kelima adalah momen kami untuk mandiri dan lebih eksis. Ini adalah tahun persiapan sebelum kami melangkah lebih jauh di 2025,” jelasnya. Sebagai perusahaan yang lahir di tengah pandemi, Asuransi Candi menghadapi berbagai tantangan sejak awal. Namun, melalui efisiensi operasional berbasis digital, penguatan SDM, dan ekspansi ke berbagai wilayah seperti Bandung, Makassar, dan Medan, perusahaan ini berhasil menciptakan pondasi yang kokoh. “Kapal kami seperti Pinisi, kecil tetapi mampu bertahan di tengah ombak besar,” ujar Budi dengan penuh keyakinan.