Minggu, Februari 8, 2026
spot_img

Komisi VIII DPR RI Soroti Fasilitas, Gizi, dan Mekanisme Seleksi di Sekolah Rakyat Banten

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina . Dok Ist

SUARAINDONESIA.ORG – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyoroti sejumlah aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan saat kunjungan kerja pada Rabu (17/9/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan perlunya peningkatan fasilitas, pemenuhan gizi, hingga mekanisme seleksi peserta didik agar tujuan sekolah rakyat benar-benar tepat sasaran.

Selly mengapresiasi kondisi fasilitas SRMA 33 yang dinilainya sudah cukup memadai untuk sekolah yang bersifat sementara. “Kalau dilihat sekolah sementara yang dimiliki oleh Provinsi Banten ini, saya pikir sudah sangat bagus dan memadai untuk menampung sekitar 141 siswa. Namun, karena masih bersifat sementara sebelum nanti pindah ke SMK 8, fasilitas yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kualitas pendidikan sekaligus membentuk karakter moral dan spiritual siswa,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Tak hanya fasilitas, Selly juga menyoroti kualitas pemenuhan gizi siswa yang menurutnya masih perlu perbaikan. Ia menegaskan, menu makanan yang diberikan kepada siswa harus mempertimbangkan keseimbangan gizi, bukan sekadar mengenyangkan. “Dari masukan yang kami terima, banyak menu yang perlu diperbaiki. Jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi, ini bisa berdampak pada kesehatan dan pada akhirnya memengaruhi kualitas belajar siswa,” jelasnya.

Selly turut menekankan pentingnya evaluasi terhadap kriteria penerimaan siswa sekolah rakyat di Banten. Ia menilai seleksi seharusnya tidak hanya berbasis data desil kemiskinan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi rata-rata lama sekolah di tiap daerah. “Rata-rata lama sekolah di Banten memang 9 tahun, tapi penyebarannya tidak merata. Ada kabupaten/kota seperti Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang yang tingkat lama sekolahnya masih rendah. Mereka seharusnya menjadi prioritas dibanding daerah seperti Tangerang Selatan atau Kota Tangerang yang relatif lebih tinggi,” paparnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya verifikasi agar siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga miskin yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, banyak keluarga miskin yang sudah masuk dalam data DTSEN namun belum pernah mendapatkan bantuan program pemerintah apa pun. “Ini yang paling krusial. Harus dipastikan siswa yang direkrut benar-benar berasal dari keluarga miskin dan tercatat dalam DTSEN, agar program sekolah rakyat tepat sasaran,” tegas Selly.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Komisi VIII DPR RI untuk memastikan pendidikan inklusif, adil, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, khususnya bagi kelompok rentan di Provinsi Banten yang masih tertinggal dari segi akses pendidikan.

NEWSPolitikKomisi VIII DPR RI Soroti Fasilitas, Gizi, dan Mekanisme Seleksi di Sekolah...
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img