Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Usai Nyepi, ASDP Percepat Layanan Ketapang–Gilimanuk Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Dok ASDP

SUARAINDONESIA.ORG – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat menormalkan layanan penyeberangan usai penghentian operasional sementara saat Hari Raya Nyepi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Padangbai–Lembar. Layanan kembali dibuka pada Jumat (20/3) dengan penguatan armada dan pengaturan operasional untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Sebanyak 33 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, terdiri dari 30 kapal reguler dan 3 kapal perbantuan jenis Landing Craft Machine (LCM) yang difokuskan melayani kendaraan roda dua. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat layanan sekaligus menjaga ritme operasional tetap stabil menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan fokus layanan saat ini diarahkan pada kendaraan prioritas seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus.

“Fokus layanan kami agar proses penyeberangan lebih cepat dan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengoperasian kapal di lintasan tersebut berada di bawah kewenangan regulator, sementara ASDP memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dan kelancaran arus kendaraan. Koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) serta pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat, termasuk penyesuaian operasional secara real time untuk mencegah penumpukan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan percepatan proses bongkar muat kapal menjadi kunci menjaga kelancaran layanan. Waktu bongkar muat berhasil ditekan dari rata-rata 35 menit menjadi sekitar 20 menit.

“Kami optimalkan rotasi kapal agar kapasitas layanan meningkat dan arus tetap mengalir,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan pada 20 Maret 2026 pukul 16.00 WITA, arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau ramai lancar. Optimalisasi buffer zone di Terminal Kargo Gilimanuk juga membantu mengurai kepadatan, sehingga tidak terjadi antrean di jalur utama menuju pelabuhan.

Data Posko Gilimanuk mencatat pada periode H-2 (19 Maret 2026), sebanyak 22 trip kapal beroperasi dengan total penumpang mencapai 2.029 orang atau melonjak 142,4% dibandingkan tahun lalu. Jumlah kendaraan juga meningkat signifikan menjadi 516 unit, naik 85,6%.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-2, total penumpang mencapai 459.640 orang atau naik 7,4%, sedangkan kendaraan mencapai 146.963 unit atau meningkat 8,9%.

Dengan penguatan armada dan pengaturan operasional yang adaptif, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap andal, aman, dan tertib. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas serta memanfaatkan buffer zone agar perjalanan tetap lancar dan nyaman selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

EKONOMIKorporasiUsai Nyepi, ASDP Percepat Layanan Ketapang–Gilimanuk Antisipasi Lonjakan Kendaraan
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img