
SUARAINDONESIA.ORG – Perum BULOG memperkuat sinergi dengan pemerintah, DPR RI, dan petani dalam upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi beserta jajaran anggota Komisi IV, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, pemerintah daerah, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, capaian sektor pangan nasional saat ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, TNI-Polri, hingga BUMN yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi pangan.
Menurut Ahmad Rizal, stok beras nasional kini mencapai 5,4 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada pangan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama petani, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pupuk Indonesia, serta Tim Jemput Gabah BULOG. Dengan HPP gabah sebesar Rp6.500 sesuai Instruksi Presiden, hingga semester I 2026 BULOG telah menyerap 3,2 juta ton gabah dari target 4 juta ton,” ujar Ahmad Rizal.
Ia optimistis sinergi seluruh pemangku kepentingan akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai memberikan kepastian bagi petani, terutama melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan petani, terlebih diikuti berbagai program dukungan pemerintah di sektor pertanian.
“Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata dan diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Siti Hediati.
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi wadah mempererat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG, dan kelompok tani dalam memperkuat ekosistem pertanian nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi, memperlancar penyerapan hasil panen petani, serta memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, BULOG bersama pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat diwujudkan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang.




