
SUARAINDONESIA.ORG – Dalam upaya mengakselerasi transformasi menjadi bank modern di bawah naungan ekosistem Danantara Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat infrastruktur digitalnya melalui kerja sama strategis dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa). Kolaborasi yang diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Menara BTN, Jakarta, Rabu (8/7) ini, menjadi langkah nyata BTN dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas layanan keuangan digital sebagai bagian dari sinergi strategis Danantara untuk memperkuat daya saing perbankan nasional.
SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, mengatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan transformasi bisnis perseroan. Selama ini BTN dikenal sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan. Namun kini perseroan bergerak menjadi pengelola ekosistem hunian yang lebih komprehensif.
“Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, serta berbagai solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” ujarnya.
Thomas menjelaskan bahwa BTN tidak lagi hanya berfokus menjual rumah. Perseroan juga ingin hadir memenuhi seluruh kebutuhan individu maupun keluarga yang menempati rumah tersebut. Mulai dari transaksi keuangan dan layanan gaya hidup hingga berbagai kebutuhan finansial lainnya.
Strategi tersebut didukung oleh hubungan jangka panjang BTN dengan nasabah KPR yang memiliki tingkat loyalitas tinggi. Hubungan itu menjadi fondasi bagi BTN untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan keterikatan dengan nasabah melalui berbagai produk tambahan.
Transformasi ini pun tercermin dari pertumbuhan transaksi digital yang pesat. Hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS BTN mencapai 118,09 juta transaksi atau tumbuh 163% secara year-on-year. Nilai transaksinya juga melonjak 170% menjadi Rp9,52 triliun. Selain itu, jaringan Agen Laku Pandai BTN bertambah 24% menjadi 6.843 agen dengan kontribusi nilai transaksi finansial mencapai Rp176 miliar.
“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” terang Thomas.
Direktur Utama Artajasa Haryati Lawidjaja menyampaikan, bahwa Artajasa berkomitmen untuk menghadirkan layanan transaksi keuangan digital yang cepat, efisien, resilien, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong transformasi digitalisasi Bank BTN serta seluruh anggota member di jaringan Artajasa.
“Transformasi digital membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat, andal, dan tepercaya. Melalui kolaborasi ini, Artajasa berkomitmen mendukung BTN dalam memperkuat kapabilitas sistem pembayaran agar mampu menjawab pertumbuhan transaksi digital dan kebutuhan layanan keuangan yang terus berkembang. Kami percaya kolaborasi ini tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar menghubungkan sistem, melainkan membangun kepercayaan, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri dan masyarakat Indonesia,” jelas Haryati.
Melalui nota kesepahaman tersebut, BTN dan Artajasa akan mengembangkan sejumlah layanan, di antaranya pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan biller (billing provider), penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai BTN, pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), layanan cardless cash withdrawal, hingga eksplorasi pemanfaatan artificial intelligence dan pengelolaan data. Thomas menilai, kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat kapabilitas infrastruktur pembayaran BTN, tetapi juga membuka peluang pengembangan layanan baru yang lebih inovatif.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah secara bisnis bagi kedua perusahaan, tetapi juga menghasilkan sinergi jangka panjang yang saling menguntungkan,” lanjut Thomas.
Transformasi digital ini merupakan bagian integral dari penguatan sinergi BTN dalam ekosistem Danantara Indonesia. Melalui dukungan Danantara, BTN mempercepat langkah menjadi bank modern dengan fokus pada efisiensi operasional, optimalisasi permodalan, serta pengembangan layanan beyond mortgage.”Melalui kolaborasi ini, BTN dan Artajasa diharapkan dapat bersama-sama menghadirkan layanan pembayaran yang semakin andal, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” pungkas Thomas.




