OJK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Integritas Hadapi Tantangan Digital Sektor Keuangan

Dok OJK

SUARAINDONESIA.ORG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya memperkuat tata kelola (governance) dan integritas di sektor jasa keuangan sebagai fondasi untuk menciptakan industri yang tangguh, transparan, dan mampu menghadapi tantangan di era digital. Penguatan tata kelola dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan publik di tengah meningkatnya kompleksitas risiko.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, saat memberikan kuliah umum bertajuk “Governance Excellence: Tata Kelola Modern dan Integritas Publik” di Politeknik Keuangan Negara STAN, Selasa (7/7).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Governansi OJK yang digelar secara berkelanjutan di berbagai daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya penerapan tata kelola yang baik dan budaya integritas.

Dalam paparannya, Sophia menjelaskan bahwa transformasi digital telah membuka berbagai peluang bagi sektor jasa keuangan. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga memunculkan risiko baru yang semakin kompleks, mulai dari ancaman siber, fraud, hingga tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia, proses bisnis, dan ekosistem digital yang saling terhubung.

“Salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan integritas publik pada era digital adalah meningkatnya ancaman fraud dan serangan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, pendekatan tata kelola modern tidak dapat lagi bersifat reaktif. Organisasi harus membangun resilience, yaitu kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri secara cepat ketika menghadapi ancaman,” ujar Sophia.

Menurutnya, penerapan tata kelola yang efektif tidak hanya memperkuat ketahanan organisasi, tetapi juga melindungi kepentingan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, investor, konsumen, hingga mitra usaha. Tata kelola yang baik juga menjadi landasan dalam membangun akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Kuliah umum tersebut diikuti lebih dari 600 mahasiswa secara luring maupun daring. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Direktur Bidang Akademik PKN STAN Agus Bandiyono, Komite Etik Level Governance OJK Niki Lukviarman, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, serta Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma.

Pada kesempatan yang sama, Agus Bandiyono mengapresiasi inisiatif OJK dalam menghadirkan kuliah umum tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara regulator dan institusi pendidikan menjadi langkah penting dalam menanamkan budaya tata kelola yang baik serta integritas kepada generasi muda yang kelak akan berperan di sektor publik maupun industri jasa keuangan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam setiap pengambilan keputusan.

Melalui Roadshow Governansi, OJK berharap nilai-nilai tata kelola yang baik dan integritas dapat semakin tertanam dalam karakter generasi muda Indonesia. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perubahan, sekaligus berkontribusi dalam membangun sektor jasa keuangan yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital.

EKONOMIKorporasiOJK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Integritas Hadapi Tantangan Digital Sektor Keuangan
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img