
SUARAINDONESIA.ORG – Jakarta, Indonesia — Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, menyepakati perluasan kemitraan strategis di bidang ekonomi, kesehatan, dan diplomatik dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka pada Kamis (2/7). Langkah ini menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade.
Pertemuan bilateral tersebut fokus pada implementasi hubungan diplomatik di berbagai sektor strategis, khususnya pertanian, manufaktur, dan kesehatan. Kedua pemimpin berkomitmen untuk beralih dari perdagangan tradisional menuju kerja sama industri yang lebih mendalam dan berorientasi pada aksi nyata.
“Kunjungan ini menandakan hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus yang semakin erat di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang dengan penuh ketidakpastian. Belarus adalah mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia dan kami menghargai hubungan yang selama ini terus berkembang atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan,” ujar Presiden Prabowo.
Komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral tersebut diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah dokumen kesepakatan di berbagai sektor strategis.
“Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan disepakati sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi kedua negara. Di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, serta jasa keuangan, juga di bidang kerja sama pertahanan hubungan kami sangat baik,” ucap Presiden Prabowo dalam keterangan pers bersama Presiden Lukashenko.
Presiden Lukashenko menyatakan kesiapan Belarus untuk memperluas kolaborasi di luar perdagangan tradisional melalui proyek bersama dan lokalisasi industri. Belarus juga menawarkan dukungan nyata untuk memperkuat sektor kesehatan nasional Indonesia melalui pelatihan medis.
“Kami siap untuk bekerja sama dalam bidang apa pun di Indonesia. Tidak hanya kerja sama perdagangan, tapi pembangunan perusahaan bersama joint venture dan lokalisasi pabrik di sini. Negara kami siap memberikan dukungan orang untuk kesehatan dan penyiapan bidang medis bagi orang Indonesia,” tutur Presiden Belarus.
Sebagai salah satu pencapaian diplomatik yang bersejarah, Indonesia berencana membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) secara fisik di Minsk, Belarus. Inisiatif ini akan didukung dengan rencana pembukaan penerbangan langsung serta kemudahan visa untuk mendorong sektor pariwisata dan pertukaran bisnis.
“Delegasi kami memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap saling kunjung turis itu,” tambah Presiden Lukashenko. “Kami terbuka pembukaan kedutaan Indonesia di Belarus dan juga akan pembukaan visa bebas itu juga akan mempermudah kunjungan warga Belarus ke Indonesia seperti hal sudah kami lakukan kepada warga Indonesia ke Belarus.”
Kementerian Luar Negeri RI akan segera mengoordinasikan implementasi komitmen ini dengan kementerian terkait guna mempercepat pendirian KBRI Minsk serta finalisasi perjanjian penerbangan dan visa. Langkah konkret ini diharapkan mampu membuka peluang pasar baru di Eropa Timur sekaligus memperkuat pelindungan warga negara Indonesia di luar ne




