
SUARAINDONESIA.ORG – Suasana buka puasa bersama Nahdlatul Ulama di Kabupaten Indramayu mendadak menjadi sorotan. Dalam acara yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU) Indramayu, Selasa (17/3), muncul pernyataan politik yang menyita perhatian publik.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Dedi Wahidi, secara terbuka mendoakan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menjadi bupati di masa mendatang. Bahkan, dalam sambutannya, Dedi langsung menyapa Syaefudin sebagai “Bupati Indramayu”.
“Yang saya hormati Bupati Indramayu, H. Syaefudin. Saya doakan semoga jadi Bupati Indramayu,” ujar Dedi, disambut respons hangat para hadirin yang memadati aula PCNU.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian, mengingat posisi Dedi sebagai tokoh senior dengan pengaruh kuat dalam politik lokal. Doa itu dinilai sebagai sinyal awal arah dukungan menjelang kontestasi Pilkada mendatang.
Menanggapi hal itu, Syaefudin memberikan respons diplomatis. Ia menilai peluang wakil bupati menjadi bupati merupakan hal yang wajar, namun tetap harus melalui proses dan mekanisme yang berlaku.
“Ya kalau Wakil Bupati jadi Bupati kan wajar, tapi ada waktunya, ada prosesnya,” ujarnya.
Meski demikian, Syaefudin tidak menutup kemungkinan jika mendapat kepercayaan. Ia menegaskan saat ini tetap fokus menjalankan tugas sebagai wakil bupati untuk masyarakat Indramayu.
Sejumlah pengamat menilai, pernyataan tersebut bukan sekadar doa dalam forum keagamaan. Dengan basis massa NU dan kekuatan PKB di Indramayu, momentum ini dinilai menjadi sinyal awal menghangatnya dinamika politik lokal.
Di sisi lain, acara buka puasa bersama tetap berlangsung hangat sebagai ajang silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat.




