Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

Eiger: Dari Inovasi Tropis Hingga Ekspansi Global

Pabrik Eiger (Dok. Eigerindo)

SUARAINDONESIA.ORG – Industri perlengkapan luar ruang global sedang memasuki fase yang kian keras. Bukan lagi sekadar soal inovasi produk atau ekspansi pasar, melainkan soal kepatuhan dan legitimasi.

Di Eropa, EU Green Deal dan Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) memaksa produsen membuka jejak karbon dan rantai pasok mereka hingga ke hulu. Di sisi lain, konsumen, terutama di negara maju, tidak lagi memaklumi produk yang abai pada dampak lingkungan. Keberlanjutan telah berubah dari nilai tambah menjadi prasyarat.

“Keberlanjutan bukan lagi diferensiasi. Ia sudah menjadi cost of entry untuk bermain di pasar global,” ujar Ronny Lukito, Founder dan Chairman PT Eigerindo Multi Produk Industri, dalam wawancaranya dengan Suara Indonesia.

Bagi Eiger, tegasnya, keberlanjutan bukan ditempatkan sebagai agenda terpisah, melainkan fondasi strategi. Pertumbuhan, inovasi, dan ekspansi tetap penting, tetapi semuanya harus berdiri di atas basis yang tahan terhadap tekanan regulasi dan perubahan preferensi konsumen.

“Brand bisa tumbuh cepat tanpa sustainability. Tapi ia juga bisa runtuh sama cepatnya ketika regulasi dan konsumen berubah arah,” ujarnya. Taruhan itu diwujudkan melalui inovasi material dan fungsi. Seperti banyak pemain global, Eiger mengembangkan recycled performance fabrics.

Namun berbeda dari merek empat musim, fokus teknologinya diarahkan pada iklim tropis (panas, lembap, dan hujan ekstrem) yang selama ini relatif terpinggirkan dalam inovasi outdoor global. “Industri outdoor global terlalu lama didesain untuk salju dan musim dingin. Padahal miliaran orang hidup di iklim tropis dengan tantangan yang sama sekali berbeda,” jelasnya.

Teknologi smart textile Eiger yang dirancang khusus untuk iklim tropis: kain yang adaptif terhadap kelembapan, melindungi dari sinar UV, bersifat breathable, bahkan anti-serangga. Inovasi ini bukan kosmetik, melainkan respons atas kondisi nyata yang dihadapi jutaan pengguna di kawasan tropis.

Upaya ini dilengkapi Eiger Repair & Extend Program, sebuah inisiatif untuk memperpanjang umur produk di tengah dorongan global menuju circular economy, yang kini semakin didorong regulator Eropa.

“Mengurangi limbah tidak selalu harus lewat produksi baru. Kadang cukup dengan memperbaiki yang sudah ada,” ungkapnya. Namun, inovasi dan keberlanjutan membawa tantangan tersendiri ketika skala produksi membesar. Eiger meresponsnya dengan memperketat tata kelola kualitas melalui sistem supplier tiering, pre-production QC, audit independen, dan digitalisasi traceability.

Pendekatan ini mencerminkan tren global, yakni dari sekadar kepatuhan menuju data-driven governance. “Semakin besar skala, semakin kecil toleransi terhadap kesalahan. Tanpa sistem, kualitas hanya akan jadi slogan,” tegas Ronny.

Ekspansi internasional mempertegas pelajaran lain. Di pasar luar negeri, terutama Eropa dan Asia Timur, konsumen membeli fungsi sebelum cerita. Pengalaman ritel harus setara standar global; harga hanya relevan jika nilainya jelas. “Di luar negeri, tidak ada romantisme. Produk harus bekerja. Jika tidak, cerita apa pun tidak akan menyelamatkannya,” jelasnya.

Keberlanjutan Eiger juga diarahkan pada dampak yang terukur. Program restorasi hutan, termasuk mangrove di wilayah rawan erosi, berjalan beriringan dengan peningkatan porsi material berkelanjutan dan penguatan praktik manufaktur yang bertanggung jawab bersama pemasok.

“Jika sustainability hanya berhenti di laporan, pasar global akan segera mencium kepalsuannya,” ujarnya. Dalam persaingan dengan pemain global di industri outdoor performance, Ronny mengatakan, Eiger memilih diferensiasi yang lebih sempit namun dalam, tropical performance.

Posisi ini menawarkan keseimbangan antara fungsi teknis, harga yang lebih terjangkau, dan narasi lokal yang autentik. “Kami tidak ingin menjadi versi murah dari brand global. Kami ingin menjadi spesialis yang mereka tidak miliki,” ujarnya.

Baginya, tantangan Eiger ke depan mencerminkan tekanan global: kompetisi regional yang agresif, tuntutan rantai pasok hijau, serta konsumen yang semakin tidak sabar. Namun arah taruhannya jelas membangun perusahaan yang cukup disiplin untuk memenuhi standar global, dan cukup berbeda untuk tidak tenggelam di dalamnya. “Kami memilih tumbuh dari tropis, dengan disiplin global dan keberanian untuk berbeda,” pungkasnya. (SI)

NEWSNasionalEiger: Dari Inovasi Tropis Hingga Ekspansi Global
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img