
SUARAINDONESIA.ORG – PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan jaringan distribusi listrik di Provinsi Aceh pascabencana yang merusak infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah. Hingga kini, masih terdapat 176 desa yang belum menikmati aliran listrik dari total sekitar 6.500 desa di Aceh.
Upaya pemulihan dihadapkan pada tantangan berat. Medan yang sulit, akses jalan terputus, hingga kondisi geografis wilayah pegunungan menjadi kendala utama mobilisasi personel dan material ke lokasi terdampak. Desa-desa yang masih padam tersebar di delapan kabupaten, antara lain Aceh Tengah (68 desa), Gayo Lues (40 desa), Bener Meriah (38 desa), Aceh Timur (20 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Bireuen (2 desa), Aceh Utara (1 desa), dan Aceh Barat (1 desa).
Di tengah keterbatasan tersebut, dedikasi petugas PLN mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengaku menyaksikan langsung perjuangan petugas PLN yang harus membawa material menembus lumpur demi menjangkau desa terpencil.
“Saya melihat sendiri petugas PLN berjuang menuju Desa Uring, Kecamatan Pining. Ini luar biasa. Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi kegigihan mereka yang tidak menyerah dengan keadaan,” kata Suhaidi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan untuk memulihkan kelistrikan hingga seluruh masyarakat kembali menikmati listrik secara andal.
“Tidak ada warga yang boleh tertinggal dalam gelap. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apa pun demi mempercepat pemulihan agar aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar Darmawan.
Menurutnya, proses pemulihan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk membuka akses serta memperlancar distribusi material.
Sementara itu, General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa PLN telah memetakan titik-titik prioritas pemulihan. Tim disiagakan di posko terdekat dan siap bergerak begitu kondisi memungkinkan, dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja.
“Keselamatan personel dan masyarakat menjadi perhatian utama, namun kami tetap bergerak cepat dan terukur,” tutup Eddi.




