Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

PLN Pulihkan 93 Persen Kelistrikan Aceh, Aktivitas Warga Kembali Bergerak

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (kanan), Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (tengah) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) setelah menghadiri rapat terbatas Pemerintah di posko terpadu penanganan bencana alam Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12). Dok PLN

SUARAINDONESIA.ORG – PT PLN (Persero) sukses memulihkan 93 persen sistem kelistrikan di Aceh pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Lebih dari 1,7 juta warga kini kembali menikmati pasokan listrik. Empat kabupaten paling terdampak—Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues—telah kembali terang setelah sebelumnya mengalami kondisi gelap total.

Dalam rapat terbatas saat meninjau langsung kondisi Aceh, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa pemulihan cepat ini merupakan hasil kerja keras lintas lembaga, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, Kemensos, tenaga kesehatan, hingga PLN yang berada di garis terdepan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa sejak awal bencana, Presiden memerintahkan percepatan pemulihan listrik di seluruh Aceh. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci tercapainya pemulihan dalam waktu relatif singkat, mengingat listrik adalah fondasi utama layanan publik dan aktivitas masyarakat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa kehadiran langsung Presiden di lokasi memberikan dorongan moral besar bagi seluruh petugas. Setelah bekerja berhari-hari di tengah cuaca ekstrem dan medan sulit, tim PLN kembali mengebut pekerjaan hingga progres pemulihan meningkat dari 81 persen menjadi 93 persen.

Darmawan menyebutkan bahwa 24 jam ke depan menjadi fase penting untuk proses sinkronisasi sistem agar pasokan listrik stabil dan tidak terjadi pemadaman bergilir. Pemulihan dilakukan dengan prioritas utama layanan publik seperti rumah sakit, posko pengungsian, kantor pemerintahan, telekomunikasi, hingga fasilitas vital lainnya.

Tantangan terbesar terjadi ketika banjir dan longsor susulan merobohkan beberapa tower transmisi di titik-titik baru. Kondisi ini membuat PLN harus melakukan identifikasi ulang, mengerahkan peralatan tambahan, serta membangun tower darurat dalam waktu cepat. Dukungan TNI, Polri, BNPB, BPBA, pemerintah daerah hingga masyarakat disebut menjadi faktor yang memungkinkan percepatan tersebut.

Dengan sistem yang terus distabilkan dan personel yang tetap siaga, PLN memastikan pemulihan Aceh berjalan tuntas dan aman bagi seluruh warga, sembari mengantisipasi potensi gangguan susulan akibat cuaca ekstrem.

EKONOMIEnergiPLN Pulihkan 93 Persen Kelistrikan Aceh, Aktivitas Warga Kembali Bergerak
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img