Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img

Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan dan Transisi Energi di Asia Tenggara

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Dok Kementerian ESDM

SUARAINDONESIA.ORG – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di kawasan Asia Tenggara. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam forum Singapore International Energy Week (SIEW) 2025 Summit di Singapura.

Laode menuturkan bahwa kebijakan energi nasional Indonesia berlandaskan visi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita, dengan fokus pada ketahanan energi dan penguatan industri hilir. “Tantangan global seperti ketegangan geopolitik dan perubahan iklim menegaskan pentingnya ketahanan energi sebagai fondasi kemandirian nasional,” ujarnya, Selasa (27/10).

Di sektor migas, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dengan teknologi bersih dan kerja sama eksplorasi. Hingga September 2025, produksi minyak Indonesia mencapai 605 ribu barel per hari, sementara gas bumi sekitar 6,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), dengan target 12 BSCFD pada 2030. Pemerintah juga menyiapkan 75 wilayah kerja migas baru hingga 2027 serta memperkuat infrastruktur gas nasional melalui pembangunan pipa Cirebon–Semarang dan Dumai–Sei Mangke.

Sejalan dengan itu, Indonesia terus mempercepat transisi energi bersih. Kapasitas energi terbarukan telah mencapai 15 gigawatt dari potensi 3.600 gigawatt, melalui pengembangan tenaga air, panas bumi, surya, dan bioenergi. Program biodiesel B40 diterapkan tahun ini dan ditingkatkan menjadi B50 pada 2026. “Porsi energi terbarukan dalam bauran nasional kini 16 persen dan ditargetkan naik menjadi 40 persen pada 2040,” kata Laode.

Dalam konteks regional, Indonesia juga mendorong kolaborasi energi lintas batas di ASEAN melalui proyek ASEAN Power Grid dan Trans-ASEAN Gas Pipeline untuk memperkuat ketahanan energi kawasan. “Masa depan energi ASEAN bergantung pada kemampuan kita untuk terkoneksi, berkolaborasi, dan berinovasi,” tegasnya.

Dengan dukungan lembaga internasional seperti IEA dan IRENA, Indonesia bertekad membangun sistem energi yang berkelanjutan, aman, dan inklusif demi masa depan Asia Tenggara yang tangguh dan hijau.

NEWSNasionalIndonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan dan Transisi Energi di Asia Tenggara
- Advertisement -spot_img

TERKINI

- Advertisement -spot_img